Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Wow.. Santunan Laka Lantas Miliaran Rupiah

20 September 2018, 14: 54: 56 WIB | editor : Abdul Basri

Wow.. Santunan Laka Lantas Miliaran Rupiah

Share this      

BANGKALN – Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Bangkalan masih tinggi. Santunan pada korban juga besar, yakni Rp 7.482.694.391. Angka ini merupakan akumulasi santunan sejak tahun lalu hingga Agustus 2018.

Tahun lalu ada 179 pengendara yang mendapatkan santunan. Sebanyak 102 korban luka-luka dan 77 meninggal dunia. Total santunan mencapai Rp 3.506.972.172. Sementara total santunan laka lantas tahun ini meningkat menjadi Rp 3.975.722.219. Dana itu diberikan kepada 57 korban meninggal dunia dan 97 korban luka-luka (perincian lihat grafis).

Penanggung Jawab Kantor Pelayanan Jasa Raharja Bangkalan Ahmad Yudhansyah menerangkan, pelayanan santunan kepada korban laka sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Menurut dia, sejak 1 Juni 2017 ada kenaikan besaran santunan bagi korban kecelakaan penumpang alat angkutan umum di darat, sungai/danau, penyeberangan laut dan udara.

”Peraturan ini sudah berlaku sejak 2017 lalu. Ini untuk meningkatkan pelayanan santunan kepada para korban laka,” ujarnya Rabu (19/9).

Itu sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 15/PMK.010/2017 dan Permenkeu Nomor 16/PMK.010/2017. Dalam peraturan tersebut ada penambahan manfaat.

Di antaranya biaya pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Biaya tersebut untuk tindakan yang dilakukan bagi korban di fasilitas kesehatan (faskes) pertama.

Kemudian, penggantian biaya ambulans yang digunakan menyelamatkan jiwa korban di saat kritis. Selain itu, peningkatan nilai santunan dikarenakan adanya kenaikan biaya rumah sakit, obat-obatan, dan kenaikan biaya penguburan.

”Penggantian biaya P3K dan ambulans ini memang sangat dibutuhkan bagi korban kecelakaan agar bisa segera mendapat penanganan,” kata pria yang akrab disapa Yudhan itu.

Diterangkan, pada 2017 penggantian biaya P3K bagi korban laka di Bangkalan sebesar Rp 12.300.124 dan biaya ambulans Rp 500.000. Sementara pada 2018, penggantian biaya P3K dan ambulans mengalami peningkatan. Masing-masing sebesar Rp 57. 925.067 dan Rp 4.426.000.

Terpisah, Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Danu Anindhito Kuncoro Putro menyampaikan, korban laka yang bisa mendapat santunan tidak berlaku bagi korban laka tunggal. Selain itu, kasus laka yang tidak dilaporkan ke kepolisian juga tidak bisa mendapat santunan.

”Jika memenuhi unsur untuk mendapat santunan, langsung kami sampaikan kepada Jasa Raharja sehingga bisa langsung diproses,” katanya.

Dia mengimbau masyarakat, khususnya pengendara, untuk tetap waspada di jalan raya. Pengendara juga harus menaati peraturan lalu lintas dan menggunakan alat keselamatan.

”Seperti helm dan tidak ugal-ugalan saat berkendara. Utamakan keselamatan,” pungkasnya. 

(mr/bad/onk/fat/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia