Kamis, 18 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal
Delapan Tersangka Narkoba Keok

Polisi Amankan 8,24 Gram Sabu-Sabu

Kamis, 20 Sep 2018 14:18 | editor : Abdul Basri

PENIKMAT BARANG HARAM: Delapan tersangka penyalahgunaan narkoba digelandang di Mapolres Pamekasan.

PENIKMAT BARANG HARAM: Delapan tersangka penyalahgunaan narkoba digelandang di Mapolres Pamekasan. (PRENGKI WIRANANDA/radarmadura.id)

PAMEKASAN – Tergiur pendapatan dengan cepat mengantarkan para bandara dan pengedar narkoba ke penjara. Sebanyak delapan orang berhasil diringkus Satresnarkoba Polres Pamekasan dalam dua pekan terakhir. Sementara barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 8,24 gram.

Delapan orang tersebut yakni Syaiful Bahri, 40, warga Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang. Pria yang kedapatan membawa SS seberat 5,78 gram itu merupakan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sokobanah Daya.

Moh. Tayib dengan BB 0,64 gram. Pria tersebut ditangkap di Desa Teja, Kecamatan Kota Pamekasan. Amiruddin, DPO penyalah guna narkoba yang ditangkap di Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan.

Tersangka lainnya yaitu Syeh Anis, 40. Pria asal Sumenep itu ditangkap di Desa Batu Kerbuy, Kecamatan Pasean, dengan BB narkoba 0,27 gram. Empat tersangka lainnya yakni Moh. Rifqi Alfarizi, 21; Fathorrosi, 24; Moh. Riyanto, 27; dan Matjuri, 24.

Kapolres AKBP Teguh Wibowo menyatakan, pemberantasan narkoba terus dilakukan. Seluruh lapisan personel Polri mengawasi pergerakan bisnis haram itu. Informasi dari masyarakat dibuka untuk membongkar gerbong narkoba.

Hasilnya, delapan tersangka berhasil diamankan. Mereka diancam hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal seumur hidup. Dengan demikian, polisi langsung melakukan penahanan.

Pengembangan penyelidikan terus dilakukan. Sebab, pelaku penyalahgunaan narkoba saling berkaitan. Jajaran polsek diturunkan dalam pengembangan pengejaran pelaku penyalah guna narkoba tersebut.

Menurut Teguh, salah satu faktor maraknya penyalahgunaan narkoba lantaran ekonomi. Bisnis barang haram itu menjanjikan. Keuntungan yang diperoleh menggiurkan. ”Tidak hanya di Pamekasan, di daerah lain juga banyak kasus narkoba,” katanya rabu (19/9) 

(mr/pen/hud/fat/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia