Kamis, 18 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Features

Kunjungan Direktur KSKK Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI

Akui Kualitas Madrasah Belum Merata

Senin, 17 Sep 2018 16:24 | editor : Abdul Basri

BANGGA: Direktur KSKK Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI Ahmad Umar berfoto bersama santri di musala Ponpes Muba.

BANGGA: Direktur KSKK Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI Ahmad Umar berfoto bersama santri di musala Ponpes Muba. (MOH. ALI MUHSIN/radarmadura.id)

PAMEKASAN - Madrasah di Indonesia cukup banyak. Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag) RI, jumlah madrasah sekitar 76 ribu lembaga. Jumlah tersebut meliputi RA, MI, MTs, dan MA.

Dari 76  ribu madrasah, 93 pesen berstatus swasta dan hanya 7 persen yang negeri. Tidak semua madrasah berkualitas. Meski tidak sedikit pula madrasah yang berkualitas.

Demikian disampaikan Ahmad Umar, direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI Minggu (16/9). ”Kita menyadari betul sebagian madrasah Indonesia belum berkualitas,” ucapnya.

”Tapi jangan diartikan madrasah swasta tidak bermutu, bukan begitu. Madrasah swasta yang bermutu juga banyak,” lanjutnya saat berkunjung ke Ponpes Mambaul Ulum Bata-bata (Muba) Pamekasan.

Dia menyadari, dengan jumlah yang cukup banyak, Kemenag sulit mewujudkan madrasah berkualitas secara cepat. Karenanya, upaya peningkatan kualitas atau mutu pendidikan dilakukan secara bertahap.

”Kita berkomitmen mewujudkan pemerataan kualitas madrasah di seluruh Indonesia. Tapi, langkah itu kita lakukan secara bertahap,” tegasnya.

Salah satu langkah yang dilakukan, lanjut Umar, yaitu menjadikan madrasah unggulan. Seperti madrasah aliyah negeri insan cendekia (MAN IC) dan madrasah aliyah negeri program keagamaan (MAN PK) sebagai madrasah percontohan.

Sebagai madrasah percontohan, MAN IC dan MAN PK berperan sebagai sel pusat. Nantinya, madrasah-madrasah unggulan itu melakukan pekerjaan serupa atau pembinaan kepada madrasah yang ada di wilayahnya.

”Saat ini sudah ada 22 MAN IC dan 10 MAN PK se-Indonesia. Kami menargetkan, madrasah percontohan tersebut melakukan pembibitan mutu bagi madrasah-madrasah yang ada di wilayahnya,” harapnya.

Selain langkah tersebut, dia berharap pengelola madrasah fokus dan serius. Pengelolaan madrasah harus dilakukan dengan manajemen yang benar. Begitu juga sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas harus disiapkan.

”Di samping meningkatkan tata kelola yang baik, pembinaan SDM menjadi sorotan kami yang utama. Dengan SDM yang baik, insyaallah bisa meningkatkan kualitas madrasah,” terangnya.

Dia meyadari, penyebab banyaknya madrasah yang tidak bermutu karena SDM. Dengan SDM yang mumpuni, dia optimistis, kualitas madrasah ke depan lebih meningkat.

Madrasah yang kualitasnya bagus ada, tapi tidak banyak. Di sinilah kami ingin melakukan pembibitan mutu, karena tidak mungkin membuat madrasah yang bagus sekaligus,” kata Umar.

Dia berterima kasih kepada pengelola Muba yang telah mengelola madrasah dengan baik dan berkualitas. Apalagi, santri-santrinya diajarkan sembilan bahasa asing. ”Ini menunjukkan bahwa madrasah memang lebih baik,” tukas dia.

(mr/sin/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia