Sabtu, 22 Sep 2018
radarmadura
icon-featured
Politik Pemerintahan

Terancam Tidak Ikut Pemilu, Jika Kuota Perempuan Tak Sampai 30 Persen

Rabu, 12 Sep 2018 16:44 | editor : Abdul Basri

SANTAI: Warga keluar dari halaman kantor KPU Sumenep.

SANTAI: Warga keluar dari halaman kantor KPU Sumenep. (IMAM S. ARIZAL/radarmadura.id)

SUMENEP – KPU Sumenep mewanti-wanti agar semua partai politik memenuhi kuota 30 persen perempuan. Jika tidak, parpol tersebut terancam tak bisa mengikuti pemilu 2019. Itu disampaikan Ketua KPU Sumenep A. Warits.

Secara spesifik, imbauan tersebut disampaikan kepada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Di dua parpol tersebut ada bacaleg perempuan yang mengundurkan diri.

Dari PPP yang mundur yakni Nazilatur Rahmah asal dapil 2. Untuk bacaleg PKB yang mundur yaitu Suprapti asal dapil 1. ”Kami minta parpol tersebut mengganti sebelum 20 September. Sebab, 20 September itu dilakukan penetapan daftar calon tetap (DCT),” kata Warits Selasa (11/9).

Untuk dapil 2, PPP mendaftarkan lima bacaleg. Perinciannya, tiga orang laki-laki dan dua orang perempuan. Jika satu mundur, keterwakilan bacaleg perempuan di dapil tersebut tidak memenuhi 30 persen sebagaimana diamanatkan undang-undang.

Di dapil 1, PKB menyetorkan sembilan bacaleg. Dengan rincian, enam orang laki-laki dan tiga orang dari unsur perempuan. Jika satu orang bacaleg perempuan mundur, maka keterwakilan perempuan tidak mencapai 30 persen.

”Jika misalnya tidak diganti, partai tersebut terancam disanksi,” jelas pria asal Gapura tersebut. ”Sanksi berupa tidak bisa ikut pemilu di dapil yang kuota perempuannya tidak mencapai 30 persen,” tegasnya.

Sekretaris DPC PKB Sumenep Dulsiam menyadari bahwa partainya terancam tidak ikut pemilu di dapil 1. Akan tetapi, ancaman tersebut tidak akan terjadi. Sebab, pihaknya sudah menyiapkan nama pengganti Suprapti.

”Pengganti sudah kami siapkan. Begitu ada yang mundur langsung kami siapkan nama,” kata Dulsiam. ”Kami hanya menunggu waktu yang tepat. Insyaallah besok (hari ini, Red) akan kami serahkan ke KPU,” tambahnya.

Sekretaris DPC PPP Sumenep M. Syukri menyebut partainya sudah mendapatkan nama pengganti Nazilatur Rahmah. Bahkan, pihaknya mengaku sudah menyetorkan berkas ke KPU. ”Tiga hari yang lalu sudah disetor. Akan saya cek lagi ke staf DPC PPP,” tukasnya.

(mr/mam/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia