Sabtu, 22 Sep 2018
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Dianggap Kampanye, Puluhan Banner Diturunkan

Rabu, 12 Sep 2018 13:24 | editor : Abdul Basri

TEGAS: Satpol PP didampingi anggota Bawaslu dan Polres Pamekasan menurunkan banner yang dinilai melanggar di Jalan Trunojoyo, Kota Pamekasan, Senin malam (10/9).

TEGAS: Satpol PP didampingi anggota Bawaslu dan Polres Pamekasan menurunkan banner yang dinilai melanggar di Jalan Trunojoyo, Kota Pamekasan, Senin malam (10/9). (SUKMA FIRDAUS FOR radarmadura.id)

PAMEKASAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan bersih-bersih banner Senin malam (10/9). Puluhan reklame yang dinilai mengandung unsur kampanye ditertibkan paksa. Personel satpol PP dan Polri dilibatkan dalam razia tersebut.

Anggota Bawaslu Pamekasan Divisi Penegakan Pelanggaran Sukma Firdaus mengatakan, Bawaslu Jatim mengeluarkan edaran penertiban banner bermuatan kampanye. Kegiatan itu dilakukan karena saat ini belum memasuki masa kampanye.

Bawaslu Pamekasan dan seluruh panwaslu kecamatan melakukan penertiban serentak. Seluruh banner yang mengandung unsur kampanye ditertibkan secara paksa. Salah satu ciri banner bermuatan kampanye terdapat gambar partai. Kemudian, ada tulisan yang menyampaikan bahwa yang bersangkutan bakal calon kontestan pemilu tahun depan.

Sebelum melakukan penertiban, Bawaslu Pamekasan mengeluarkan surat imbauan agar banner yang bermuatan kampanye dicabut. Surat tersebut disampaikan kepada seluruh pimpinan partai politik (parpol). ”Karena belum diturunkan, makanya kami turunkan paksa,” kata Sukma kemarin (11/9).

Mantan jurnalis itu menyampaikan, sepuluh banner berukuran besar ditertibkan. Puluhan banner berukuran kecil juga diamankan. Banner tersebut dalam kondisi baik. Pemilik bisa mengambil kembali banner itu ke kantor Bawaslu Pamekasan dan panwaslu di tiap kecamatan. Banner tersebut bisa dipasang kembali jika memasuki masa kampanye.

Masa kampanye dimulai setelah penetapan daftar calon tetap (DCT) 20 September. Tiga hari pasca penetapan DCT, yakni 23 September, masa kampanye dimulai.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan Moh. Hasanurrahman mengatakan, razia yang dilakukan itu atas permintaan bawaslu. Yang menentukan banner melanggar aturan pemilu adalah bawaslu.

Satpol PP hanya menurunkan banner yang dinyatakan melanggar. Barang bukti (BB) langsung diserahkan kepada pengawas pemilu. ”Kami menurunkan banner yang berada di kawasan perkotaan,” tandas dia.

(mr/pen/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia