Jumat, 21 Sep 2018
radarmadura
icon-featured
Politik Pemerintahan

DPT Tidak Sepenuhnya Akurat

Rabu, 12 Sep 2018 13:22 | editor : Abdul Basri

DPT Tidak Sepenuhnya Akurat

BANGKALAN – KPU Bangkalan mesti bekerja serius untuk menyajikan data pemilih yang akurat. Sebab, daftar pemilih tetap (DPT) yang ditetapkan beberapa bulan lalu ditengarai banyak yang tidak memenuhi syarat (TMS).

Berdasarkan pencermatan Bawaslu Bangkalan, ditemukan pemilih ganda dan warga meninggal masuk DPT. Warga bukan penduduk Bangkalan dan anggota Polri juga masuk DPT (selengkapnya lihat grafis).

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Lembaga Bawaslu Bangkalan Abdul Azis mengutarakan, panwascam yang tersebar di 18 kecamatan menemukan 872.794 pemilih yang TMS masuk DPT. ”Itu temuan faktual di lapangan, riil, dan tidak mengada-ada,” katanya Selasa (11/9).

Menurut Azis, 1.090 pemilih ganda berdasarkan analisis Bawaslu RI atas DPT yang ditetapkan KPU Bangkalan. Pemilih ganda karena di DPT ada dua NIK tapi berbeda domisili. ”Orang dan namanya sama, tapi di DPT tercantum dengan alamat yang berbeda. Jadi itu ganda dan harus dicoret,” tegasnya.

Pemilih yang meninggal, KPU juga harus menghapus dari DPT. ”Orang meninggal masuk DPT. Jumlahnya cukup banyak,” ujar dia.

SERIUS: KPU, bawaslu, parpol, dan PPK se-Bangkalan saat melakukan rapat koordinasi pencermatan dan penyempurnaan DPT, Senin (10/9).

SERIUS: KPU, bawaslu, parpol, dan PPK se-Bangkalan saat melakukan rapat koordinasi pencermatan dan penyempurnaan DPT, Senin (10/9). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/radarmadura.id)

Mengenai temuan bukan penduduk Bangkalan, biasanya orangnya tidak ada tapi masuk DPT. ”Namanya masih ada di desa, tapi orangnya ada di Jakarta dan sudah ber-KTP Jakarta,” bebernya. Temuan lain yakni, dua anggota Polri masuk DPT. Padahal polisi tidak punya hak pilih.

Azis melanjutkan, juga ada 46 pemilih yang tidak dikenali. Temuan itu harus dilakukan pencermatan ulang. Bawaslu mendesak KPU menindaklanjuti temuan-temuan itu.

Pemilih yang sudah meninggal dan ganda harus diperbaiki. Pemilih yang memenuhi syarat, KPU hendaknya segera memasukkan dalam DPT. ”Yang tidak masuk syarat, harus dibuang dari DPT. Yang memenuhi syarat, ya harus dimasukkan DPT,” tegas dia.

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar berjanji akan melakukan pencermatan dan penyempurnaan DPT untuk Pemilu 2019. Masukan dan saran sangat dibutuhkan untuk bisa menyajikan DPT yang benar-benar akurat.

Dia menyatakan, seluruh penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan dan desa bekerja melakukan pencermatan dan penyempurnaan DPT. ”Penyempurnaan DPT sampai 13 September,” pungkasnya.

(mr/daf/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia