Rabu, 14 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Hukum & Kriminal

Oknum Polisi Diduga Aniaya Warga

Rabu, 12 Sep 2018 01:01 | editor : Abdul Basri

Oknum Polisi Diduga Aniaya Warga

SAMPANG – Sawi, 55, warga Desa Noreh, Kecamatan Sreseh, Sampang, harus dirawat di puskesmas. Dia diduga menjadi korban penganiayaan oknum anggota Polsek Sreseh, Senin (10/9). Sawi diduga dipukul di bagian dada.

Moh. Ghufron, 44, menantu Sawi menceritakan, dugaan pemukulan terjadi Minggu malam (9/9). Sawi terlibat perkelahian dengan seseorang yang menyebabkan terjadinya pemukulan.

Pada malam itu juga polisi melakukan pencarian ke rumah Sawi. Namun, Sawi tidak ditemukan karena setelah melakukan pemukulan langsung melarikan diri. Polisi menggeledah dan mengambil sejumlah barang seperti keris, pisau, dan celurit milik Sawi.

SAKIT DADA: Terduga korban penganiayaan oknum anggota Polsek Sreseh dirawat di puskesmas.

SAKIT DADA: Terduga korban penganiayaan oknum anggota Polsek Sreseh dirawat di puskesmas. (MOH. GHUFRON FOR radarmadura.id)

Senin (10/9) sekitar pukul 13.00 Sawi dengan diantarkan menantunya menyerahkan diri ke polisi. Permasalahan dengan pihak korban yang dipukul oleh Sawi sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

”Masalah mertua saya sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi, mertua saya menyerahkan diri ke polisi,” tutur Ghufron. Ternyata, lanjut dia, setelah menyerahkan diri kepada polisi, tetap dilakukan penyelidikan.

Dalam proses penyelidikan itulah Sawi diduga dipukul oleh oknum polisi bernama Edi. Sawi diduga dipukul oleh oknum polisi karena tidak mau mengaku membawa sajam. ”Saat mertua saya melakukan pemukulan memang tidak membawa sajam. Tapi, oleh oknum polisi dipaksa mengaku membawa sajam,” ungkapnya.

Akibat dugaan penganiayaan itu, Sawi dibawa ke Puskesmas Sreseh karena sesak napas dan mengeluhkan sakit di bagian dada. Menurut Ghufron, Sawi diduga mengalami luka di bagian dada. ”Kami sangat kecewa kepada oknum polisi yang bertindak sewenang-wenang. Kami akan laporkan kejadian ini ke propam polres dan polda,” tandasnya.

Kapolsek Sreseh Iptu Moh. Imam tidak merespons saat berkali-kali dihubungi melalui nomor selulernya. Sementara Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman mengaku belum mendapat laporan mengenai masalah tersebut. Dia akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.

”Jika memang benar demikian, pasti ada sanksilah. Kami cek dulu karena tidak ada laporan ke saya,” kata AKBP Budi Wardiman.

(mr/rus/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia