Rabu, 14 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Hukum & Kriminal

Kisah Pria yang Sebar Foto Bugil Mantan Pacarnya, Hanya Bisa Nangis

Senin, 10 Sep 2018 15:10 | editor : Abdul Basri

ILUSTRASI

ILUSTRASI

JawaPos.com - Kecanggihan smartphone saat ini bisa menjadi 'senjata' berbaya. Bila tidak bijak menggunakannya, maka bakal mendatangkan masalah. Seperti yang dialami terdakwa Dicky Reynaldhi. Karena tidak bijak dalam mengunakan smartphone, dia harus diganjar hukuman 1 tahun dan 8 bulan penjara.

Hari-hari Dicky selama 1,8 tahun mendatang bakal dihabiskan di balik jeruji besi. Hal itu setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palu yang diketuai I Made Sukanada memvonis pemuda ini dalam sidang putusan yang digelar Senin (9/7).

Tidak banyak yang mampu disampaikan Dicky. Hanya air mata yang mampu menggambarkan perasaannya saat duduk di kursi pesakitan. Orang tua Dicky mencoba untuk terus membuat anaknya tegar. Apa yang diterima Dicky ini bukan tanpa sebab. Pada 29 Januari 2018, entah apa yang membuat Dicky nekat mem- posting foto bugil mantan pacar di status WhatsApp-nya.

Pengguna WhatsApp yang berteman dengan akun milik terdakwa Dicky pun hampir seluruhnya melihat posting-an foto tidak senonoh tersebut. Hal itu membuat korban berinisial LS tidak terima, sehingga membawa kasus ini ke ranah pidana. Dicky langsung disel sejak kasus itu masih dalam tahap penyidikan.

Usai sidang kedua, orang tua terdakwa hanya bisa memberikan penguatan kepada Dicky. Sidang pembacaan putusan yang dipimpin I Made Sukanada, hari itu dimulakan dengan pembacaan surat pembelaan dari terdakwa dan kuasa hukumnya, Rahmad Hidayat. Dia sebelumnya telah meminta agar majelis hakim menjatuhkan pidana yang seadil-adilnya kepada terdakwa.

Dalam amar putusan selain pidana penjara 1 tahun 8 bulan, Dicky juga dihukum untuk membayar denda sebesar Rp 100 juta. “Apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan,” kata I Made Sukanada sewaktu membacakan amar putusan sebagaimana dikutip dari Radar Sulteng (Jawa Pos Group).

Hal yang memberatkan dari perbuatan terdakwa ialah mendistribusikan dan/atau mentransmisikan informasi dokumen elektronik, muatan yang melanggar kesusilaan. Sebelumnya, dalam nota tuntutan Jaksa Penuntut Umum, terdakwa Dicky dituntut pidana penjara 2 tahun 6 bulan, denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan.

Artinya hukumannya turun 10 bulan dari tuntutan JPU. Tetapi antara JPU dan majelis hakim sependapat kalau perbuatan terdakwa terbukti melanggar dakwaan ke satu pasal, yakni Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Hingga sidang usai dan kembali diarahkan ke sel sementara di Pengadilan Negeri Palu, air mata Dicky tidak henti-hentinya berlinang. Jika waktu bisa diputar kembali, mungkin Dicky tidak akan segampang itu meng-upload foto-foto tidak senonoh ke media sosial.

(fab/jpg/ce1/JPC)

(mr/*/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia