Rabu, 14 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Hukum & Kriminal

Video Viral Sopir Bus Pariwisata Maut Kabur Dan Tak Mau Ditolong

Senin, 10 Sep 2018 01:08 | editor : Abdul Basri

Video Viral Sopir Bus Pariwisata Maut Kabur Dan Tak Mau Ditolong

JawaPos.com – Sopir bus Pariwisata maut yang nyemplung ke jurang di jalur alternatif Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, masih diburu polisi. Ternyata, saat kecelakaan bus itu dikendarai oleh seorang kernet.

Sopir maut itu ditemukan terluka di dekat sungai Cicatih, Desa Cikidang, adalah Muhamad Adam yang merupakan kernet bus.bMuhamad Adam ini mengemudikan bus dari simpang Elang atau jalan masuk dari jalur utama Sukabumi-Bogor menuju Cikidang. Adam ini menggantikan Jahidi yang merupakan sopir bus.

Adam mengemudikan bus dari simpang Elang dan mengalami kecelakaan di turunan Letter S, Kampung Bantarselang, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi.

Dalam kecelakaan ini, 21 orang didalam bus dinyatakan tewas termasuk Jahidi yang merupakan sopir. Sedangkan Adam selamat tapi kabur dari lokasi kecelakaan.

“Jahidi itu memberikan tugasnya sebagai sopir kepada Muhamad Adam. Kemudian setelah mengambil alih sopir, pada saat itu (di turunan) Letter S dari keterangan (Adam) mengalami kendala di rem,” ujar Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi seperti dikutip Radar Sukabumi.com (Jawa Pos Group), Minggu (9/9)

“(Adam) berusaha menghentikan rem secara paksa, menarik rem dan pindah gigi dari 6 ke 1. (Adam) sudah tahu mobil itu sudah tidak bisa dikontrol. Tapi ketika hendak menepi ke pinggir ada motor, sehingga dia tidak mau motor itu kecelakaan. Sehingga korban dengan kendaraannya masuk ke jurang,” tutur foa.

Nasriadi mengungkapkan, Adam ini sempat terekam video dan viral. Dalam video tersebut Adam menolak untuk ditolong. Dugaan Adam ini bermaksud kabur.

“Makanya kita masih mendalami Adam. Karena hasil dari keterangan masyarakat dan (video) yang viral di Medsos, Adam ini tidak mau dibantu. Ada masyarakat yang ingin membantu tapi dia tidak mau dibantu. Secara pelan-pelan dia menghilangkan diri. Berarti ada indikasi dia menghilangkan jejak,” ujarnya.

Meski sudah ada keterangan dari Adam, polisi tetap masih akan menyelidiki. “Penyebab rem blong atau human error dan sebagainya nanti kita tunggu dari hasil olah TKP dan hasil analisa dari tim Traffic Accident Analysis (TAA),” pungkasnya.

(jpg/ona/JPC)

(mr/*/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia