Rabu, 14 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Sumenep

Warga Keluhkan Proyek karena Perekonomian Terganggu

Senin, 10 Sep 2018 00:49 | editor : Abdul Basri

PRIHATIN: Ketua DPRD Herman Dali Kusuma (kacamata hitam) melakukan sidak ke lokasi proyek drainase di Jalan Kartini-Jati Emas ke Kali Patrean, Kecamatan Kota Sumenep.

PRIHATIN: Ketua DPRD Herman Dali Kusuma (kacamata hitam) melakukan sidak ke lokasi proyek drainase di Jalan Kartini-Jati Emas ke Kali Patrean, Kecamatan Kota Sumenep. (IMAM S. ARIZAL/radarmadura.id)

SUMENEP - Proyek pembangunan drainase di Jalan Kartini-Jati Emas menuju kali Patrean, Kecamatan Kota Sumenep terus menjadi sorotan publik. Berkali-kali warga memprotes proyek senilai Rp 3,4 miliar yang digarap PT Inneco Wira Sakti Hutama itu.

Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma secara tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan proyek drainase Sabtu (8/9). Dalam sidak tersebut, Herman menemukan banyak keluhan dari warga.

Mulai yang usahanya macet karena akses atau jalan lumpuh, hingga lembaga pendidikan yang harus pindah tempat. Diperparah dengan kesemrawutan di sepanjang lokasi pembangunan drainase.

”Saya punya usaha pencucian mobil. Karyawan saya empat orang. Semuanya terpaksa berhenti karena usaha saya tutup sejak drainase ini dibangun,” curhat Vivi Novita, 32, warga Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep yang memiliki usaha di area proyek drainase kepada Herman Dali Kusuma.

”Untung suami saya punya pekerjaan lain selain usaha cuci mobil. Seandainya suami tidak kerja, mau makan apa saya kalau usaha macet begini,” tegasnya.

Bukan hanya Vivi yang usahanya macet gara-gara proyek drainase itu. Sebab, di sepanjang jalan tersebut banyak usaha-usaha warga yang terpaksa tutup. Mulai bengkel AC, bengkel trident, toko pracangan, dan lainnya. Belum lagi timbunan tanah yang menyebabkan akses rumah warga tertutup.

Mendapat keluhan-keluhan itu, Herman langsung menemui pemborong dan pengawas lapangan. Dia meminta agar pemborong mempertimbangkan aspirasi warga. Termasuk usaha-usaha warga yang terkena imbasnya.

”Ini kalau tidak ada masalah, warga tidak mungkin protes. Tadi malam ada puluhan warga yang datang ke rumah memprotes proyek ini,” kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Herman juga mengeluhkan karena pengerjaan proyek tidak digelar dari sisi timur. Menurut dia, seandainya proyek tersebut dikerjakan dari sisi timur, tidak akan terlalu merugikan warga. Setidaknya tingkat kelumpuhan perekonomian warga tidak akan terlalu parah.

”Ini kalau sampai enam bulan warga tidak bisa berwirausaha, akan sangat merugikan secara ekonomi,” jelasnya. ”Kita harus teliti, jangan-jangan perencanaannya yang salah,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, pengawas lapangan proyek drainase Malik mengaku pembangunan sudah sesuai dengan perencanaan. Pekerjaan digelar dari sisi barat karena sudah kesepakatan tim teknis. Bahkan menurutnya, sebelum pekerjaan digelar, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi dengan warga. ”Memang risiko pekerjaan seperti ini,” ungkapnya.

Setiap tahapan pekerjaan proyek, menurut dia, memang memiliki dampak. Akan tetapi setelah selesai, manfaatnya akan dirasakan oleh warga. ”Sekarang warga komplain pada saat pekerjaan belum selesai, ya salah,” tegasnya.

Sementara itu, Kuasa Direktur PT Inneco Wira Sakti Hutama Nawawi Darso memastikan bahwa proyek drainase itu akan segera selesai. Menurut dia, jika tidak ada kendala, dalam satu atau dua bulan ke depan pekerjaan bisa tuntas. ”Sebelah timur sudah nyambung. Insyaallah paling lambat satu bulan selesai,” janji dia. 

(mr/mam/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia