Rabu, 14 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Bangkalan

Minta Masyarakat Dukung Kota Layak Anak

Sabtu, 08 Sep 2018 19:54 | editor : Abdul Basri

DEMI GENERASI: Anak bersama keluarganya bersantai di Taman Paseban, Alun-alun Bangkalan.

DEMI GENERASI: Anak bersama keluarganya bersantai di Taman Paseban, Alun-alun Bangkalan. (BADRI STIAWAN/radarmadura.id)

BANGKALAN – Program kota layak anak (KLA) di Bangkalan perlu banyak perhatian. Dengan begitu, Kota Salak bisa meningkatkan status predikat pratama menjadi madya hingga utama. Untuk mewujudkannya, perlu peran semua pihak.

Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KB P3A) Bangkalan Tamar Djaja menyampaikan, untuk meningkatkan predikat KLA tidak mudah. Sebab, perlu kesadaran semua pihak. Mulai pemerintah hingga masyarakat.

”Kalau dukungan untuk program KLA minim, bisa dipastikan butuh waktu bertahun-tahun agar bisa mencapai predikat utama. Tapi kalau sinergi semua pihak, bisa lebih cepat,” katanya Jumat (7/9).

Penilaian KLA dilakukan setiap tahun. Untuk itu, Bangkalan harus terus berbenah. Semua syarat penilaian perlu dipenuhi. Mulai ketertiban administrasi kependudukan seperti akta kelahiran, pendidikan anak, fasilitas bermain anak, dan lainnya harus terus disiapkan.

”Upaya menekan kekerasan pada anak juga perlu digalakkan. Semua hal yang menyangkut anak harus dipenuhi,” jelas Tamar.

Pemenuhan pendukung KLA, menurut dia, memang lebih banyak diperankan pemerintah. Karena itu, Tamar meminta masyarakat berperan aktif. Misalnya, jika terdapat kelahiran, akta langsung diurus. Kemudian saling menjaga lingkungan untuk anak. Mendorong anak terus menempuh pendidikan minimal 12 tahun.

”Masyakarat punya peran penting untuk mendukung program KLA. Karena upaya dari pemerintah saja tidak cukup,” terangnya.

Di tempat terpisah, anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Tohir berharap semua elemen bisa memberikan dukungan pada program KLA. Dengan begitu, pemenuhan kebutuhan bagi anak bisa tercapai. Semua unsur mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), stakeholder, hingga masyarakat bisa bersinergi.

”Tentu kita perlu mengusahakan yang terbaik untuk anak-anak. Karena mereka generasi penerus. Dinas terkait harus lebih aktif bersosialisasi mengenai program ini,” katanya. 

(mr/bad/onk/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia