Rabu, 14 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Features

Pemerintah Sediakan Bus Gratis untuk Jamaah Haji

Rabu, 01 Aug 2018 18:45 | editor : Abdul Basri

FASILITAS DARI PEMERINTAH: Bus nomor 9 dengan lambang bendera Merah Putih yang dipakai oleh jamaah haji asal Sumenep ketika hendak berangkat ke Masjidilharam.

FASILITAS DARI PEMERINTAH: Bus nomor 9 dengan lambang bendera Merah Putih yang dipakai oleh jamaah haji asal Sumenep ketika hendak berangkat ke Masjidilharam. (IBNU HAJAR FOR Radar Madura/JawaPos.com)

MAKKAH – Jarak pemondokan jamaah haji asal Sumenep menuju Masjidilharam cukup jauh, yakni sekitar empat kilometer. Jarak tempuh tersebut akan menguras tenaga jamaah jika berjalan kaki. Karena itu, pemerintah menyediakan bus gratis khusus para jamaah haji yang hendak berangkat atau pulang dari Masjidilharam.

Ketua Kloter 11 Jamaah Haji Sumenep Ibnu Hajar mengatakan, bus tersebut selalu tersedia 24 jam. Setiap saat ada bus yang datang dan pergi. Jamaah bebas berangkat atau pulang kapan saja dari Masjidilharam.

”Yang perlu diketahui bahwa khusus untuk kloter 11 busnya bernomor 9. Ada lambang bendera Merah Putih yang ditempel di bus,” katanya Selasa (31/7). ”Itu untuk memudahkan jamaah yang hendak pergi ke Masjidilharam,” tambahnya.

Jika tidak teliti memilih bus, para jamaah bisa tersesat. Sebab meski bergambar bendera Merah Putih, tidak semuanya melewati jalur kloter 11. Ada juga bus dengan warna dan berbendera Merah Putih, tapi menuju tempat jamaah haji asal daerah lain.

”Kami selalu menyarankan agar jamaah jangan sampai salah masuk bus. Karena sampai sekarang masih ada yang salah bus sehingga mereka kesasar,” tegasnya.

Ibnu menambahkan, setelah selesai melaksanakan umrah wajib pertama, jamaah haji banyak yang kelelahan. Terhitung hingga kemarin, sudah 37 jamaah yang memeriksakan kesehatannya kepada tim medis. Dia meminta jamaah senantiasa menjaga kesehatan.

”Setelah umrah pertama, tidak sedikit jamaah yang melaksanakan umrah lagi. Ada yang mikat ke Tan’im, tempat mikat terdekat dari Masjidilharam,” paparnya. ”Kami hanya berpesan agar jamaah tidak memforsir tenaga fisik. Karena pelaksanaan ibadah haji masih baru tahap-tahap awal,” ujarnya.

(mr/mam/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia