Sabtu, 07 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Empat Ribu Lebih Calon Mahasiswa Daftar IAIN Madura

19 Juli 2018, 18: 02: 15 WIB | editor : Abdul Basri

SERIUS: Rektor IAIN Madura Dr. Mohammad Kosim, M.Ag. (tengah, berdiri) memantau pelaksanaan ujian penerimaan mahasiswa baru di kampusnya Rabu (18/7).

SERIUS: Rektor IAIN Madura Dr. Mohammad Kosim, M.Ag. (tengah, berdiri) memantau pelaksanaan ujian penerimaan mahasiswa baru di kampusnya Rabu (18/7). (MOH. ALI MUHSIN/Radar Madura/JawaPos.com)

Share this      

PAMEKASAN – Peralihan status STAIN Pamekasan menjadi IAIN Madura berdampak positif. Animo masyarakat untuk kuliah di kampus pelat merah tersebut semakin meningkat. Calon mahasiswa baru tidak hanya dari Pulau Garam.

Rektor IAIN Madura Dr. Mohammad Kosim, M.Ag. didampingi beberapa pimpinan kampus sedang sibuk. Mereka tengah memantau peserta ujian tes masuk kampus di Jalan Raya Tlanakan itu Rabu (18/7). Dari satu ruangan ke ruangan yang lain.

Sesekali Kosim bertanya kepada petugas mengenai jumlah peserta. Juga tentang kehadiran para pendaftar. Kepada wartawan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) dia juga menjelaskan soal posisi kursi peserta. Panitia sengaja merenggangkan kursi mereka agar tidak menyontek.

Kosim menjelaskan, jumlah peserta yang mendaftar ke IAIN Madura tahun ini melebihi kuota. Saat ini jumlah peserta mencapai 4.753 orang. Padahal kuota yang tersedia hanya 2 ribu. Dengan demikian, lebih dari 2 ribu pendaftar nanti terpaksa tidak akan diterima.

Peserta itu ada yang memilih jalur seleksi prestasi akademik nasional perguruan tinggi keagamaan islam negeri (SPAN PTKIN). Ada juga jalur ujian masuk PTKIN (UMPTKIN), dan ujian mandiri. Jumlah peserta SPAN PTKIN 1.745. Kuota yang tersedia 967 kursi.

Pendaftar jalur UMPTKIN sebanyak 1.700 peserta. Padahal, kuota yang tersedia hanya 582 kursi. Untuk jalur ujian mandiri 1.308. Mereka hanya akan diambil 450 peserta.

”Yang diterima itu adalah yang terbaik. Bagi yang tidak diterima, kami mohon maaf karena kuota kami terbatas. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaannya mendaftar di IAIN Madura,” terangnya.

Ketentuan kuota tersebut merupakan kebijakan kampus. Hal itu diukur dengan ketersediaan ruang kuliah dan jumlah dosen. Jika dipaksakan melebihi dari kuota, proses perkuliahan tidak akan berjalan dengan maksimal.

”Kami akan menerima calon mahasiswa baru sesuai ketersediaan fasilitas yang kami miliki,” terangnya.

Asal pendaftar tidak hanya berasal dari Madura. Di antara mereka juga banyak yang berasal dari kota dan provinsi di luar Jawa Timur. Hal itu menandakan bahwa IAIN Madura saat ini sudah banyak dikenal dan mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Ada peserta dari Sumatera Utara, Jambi, Papua, Lampung, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Kalimantan Timur. Juga berasal dari Bangka Balitung, Jawa Barat, dan Banten. ”Tren pendaftar setiap tahun di kampus ini terus naik. Itu tidak lepas dari upaya kami dalam rangka membenahi kampus ini agar lebih baik. Baik dari segi mutu dosen, lulusan, dan penyediaan sarpras yang memadai,” papar Kosim.

Ada belasan program studi di IAIN Madura. Di antaranya, pendidikan agama Islam, pendidikan bahasa Arab, tadris bahasa Inggris, tadris bahasa Indonesia, dan tadris ilmu pengetahuan sosial. Selain itu, ada program studi pendidikan guru madrasah ibtidaiyah, pendidikan Islam anak usia dini, manajemen pendidikan Islam, serta bimbingan dan konseling pendidikan Islam. Kemudian hukum keluarga Islam, hukum ekonomi Islam, ilmu Alquran dan Tafsir, serta komunikasi dan penyiaran Islam.

(mr/sin/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia