Minggu, 19 Aug 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Penganiayaan Malam Takbiran Terkuak

Rabu, 20 Jun 2018 11:29 | editor : Abdul Basri

JANGAN DITIRU: Polisi memeriksa dua tersangka penganiayaan di Polres Bangkalan kemarin.

JANGAN DITIRU: Polisi memeriksa dua tersangka penganiayaan di Polres Bangkalan kemarin. (BAHRUL ULUM/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Dugaan kasus pembacokan yang dilakukan pada malam takbiran terkuak. Pembacokan terhadap Ahmad Saiful, 24, warga Desa Blateran, Kecamatan Galis, pada Kamis (14/6) dilakukan oleh lima orang. Satu di antaranya berhasil diringkus Sabtu (16/6) sekitar 21.00.

Dia adalah Rofi alias Opik, 22, warga Kampung Raas, Desa Kelbung, Kecamatan Galis. Penangkapan dilakukan di kediaman rumah pelaku. Pada saat ditangkap, Rofi tidak melakukan perlawanan.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin membenarkan melakukan penangkapan kepada Rofi. Pihaknya berjanji akan terus melakukan pengembangan penyelidikan. Dengan begitu, nantinya bisa menangkap terduga pelaku yang lain. Namun, dia enggan membeberkan identitas pelaku lainnya.

Dia mengungkapkan, motif pembacokan yang dilakukan Rofi kepada Ahmad Saiful karena tersinggung. Korban menuduh paman pelaku sebagai buronan polisi di Jakarta lantaran kasus menjadi bandar narkoba. Tidak terima dengan perbuatan korban, pelaku melakukan pembacokan.

Pihaknya berhasil mengamankan beberapa barang bukti (BB) dari tangan Rofi. Di antaranya sepotong baju biru, sepotong sweter hitam, dan celurit lengkap dengan selongsongnya. Selain itu, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter warna hitam. ”Pelaku telah kami tahan,” tutup Bidarudin.

Sebelumnya, tamu tak diundang tiba-tiba menyerang keluarga Ahmad Saiful tepat pada malam Lebaran (14/6). Pemuda 24 tahun asal Desa Blateran, Kecamatan Galis itu dibacok orang tak dikenal. Peristiwa setelah buka puasa sekitar pukul 18.30 itu dilakukan di depan ibu kandung korban.

Peristiwa itu bermula saat Saiful bersama keluarga besarnya berkumpul di rumah. Mereka adalah H Hamidah, 40, ibu kandung korban; Hamiyah, 20, adik kandung korban, dan Sulastri, 19, sepupu korban. Satu keluarga tersebut sedang asyik ngobrol. Tak berselang lama, tiba-tiba datang segerombolan orang tidak dikenal (OTK) membawa senjata tajam (sajam).

Para pelaku langsung melakukan penganiayaan kepada Saiful sehingga keluarga korban langsung berteriak. Setelah itu, para pelaku melarikan diri. Pelaku diduga berjumlah lebih dari tiga orang.

Mendengar kegaduhan itu, warga sekitar mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, warga langsung berkoordinasi dengan Polsek Galis. Polisi lantas mendatangi lokasi.

Kemudian, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Lukas Bangkalan untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung nyawa korban masih bisa diselamatkan. Namun, akibat sabetan sajam, korban mengalami luka bacok di beberapa bagian. Di antaranya, tiga luka sobek di kepala serta luka sobek di bagian bibir atas dan bawah.

Minggu (17/6) polisi juga meringkus Jamil, 18, warga Desa Katol Barat, Kecamatan Geger. Sebab, pemuda 18 tahun itu melakukan tindakan pengeroyokan kepada Hariyanto, 29, warga Desa Kampak, Geger. Pengeroyokan dilakukan di jalan raya Desa Campor, Kecamatan Geger, Kamis (14/6). 

(mr/bam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia