Selasa, 21 Aug 2018
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Nakal, Mobdin Dibawa ke Lokasi Wisata

Rabu, 20 Jun 2018 11:25 | editor : Abdul Basri

DIBAWA KE MANA?: Mobin Pemkab Pamekasan melaju di jalan raya Sabtu (16/6).

DIBAWA KE MANA?: Mobin Pemkab Pamekasan melaju di jalan raya Sabtu (16/6). (MOH. ALI MUHSIN/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Pj bupati Pamekasan melarang mobil dinas (mobdin) digunakan selama masa libur Lebaran. Namun, larangan itu tidak begitu diindahkan. Masih ada oknum yang memfungsikan mobdin untuk keperluan selain tugas dinas.

Sabtu (16/6) mobdin Pemkab Pamekasan melaju ke arah Sumenep. Bahkan ada yang parkir di tempat wisata Sumenep. Padahal, saat itu sedang libur. Hal tersebut mendapat sorotan Zaimul Arifin, aktivis di Pamekasan.

Dia menyayangkan oknum yang tidak mengindahkan larangan Pj Bupati Pamekasan Fattah Jasin. ”Menurut saya, itu penyalahgunaan fasilitas negara. Kalau untuk kepentingan peribadi, itu sudah penyelahgunaan,” katanya.

Zaimul berharap, Pj bupati memanggil dinas-dinas yang tidak menaati larangan memakai mobdin selama libur Lebaran. Hal itu dilakukan guna memberikan efek jera. ”Kami berharap dinas yang membawa mobdin untuk kepentingan peribadi ditegur,” ucapnya.

Plt Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pamekasan Mohammad Alwi mengaku telah menyebarkan surat imbauan larangan tersebut kepada kepala OPD dan kepala badan pada 7 Juni 2018. ”Surat edaran itu sebagai tindak lanjut dari surat KPK 4 Juni perihal pencegahan gratifikasi hari raya,” terangnya.

Dalam surat itu dijelaskan, kepala dinas, kepala bagian, serta seluruh staf dilarang menggunkan kendaraan dinas untuk kepentingan mudik Lebaran. Pemkab telah meminta mereka agar menaruh mobdin di tempat yang aman.

”Kami akan menindaklanjuti jika masih ada pejabat yang memfungsikan mobdin di luar keperluan dinas atau dibawa mudik dan sebagainya,” janji Alwi.

(mr/sin/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia