Kamis, 15 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Rekreasi

Wisata Pantai Camplong, Tempat Berlibur dan Bermain Bersama Keluarga

Rabu, 13 Jun 2018 08:30 | editor : Abdul Basri

SUASANA BARU: Pengunjung menikmati wisata Pantai Camplong, Kecamatan Camplong, Sampang, Selasa (12/6).

SUASANA BARU: Pengunjung menikmati wisata Pantai Camplong, Kecamatan Camplong, Sampang, Selasa (12/6). (ZAINAL ABIDIN/Radar Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – Momentum libur Lebaran kurang sempurna jika tidak berkunjung ke tempat wisata bersama keluarga atau teman. Salah satu yang masih menjadi daya tarik di Madura adalah wisata Pantai Camplong, Sampang.

Siapa yang tidak kenal dengan wisata Pantai Camplong? Tempat wisata di Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, ini sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu. Bahkan, hingga kini masih menjadi tempat favorit bersantai bersama kerabat dan teman.

Lokasi Pantai Camplong sangat stategis. Sebab, berada di pinggir jalur utama Pulau Garam. Jarak dari Kota Sampang sekitar 9 kilometer. Pengunjung tidak akan kesulitan menemukan lokasi wisata tersebut.

Wisata Pantai Camplong mempunyai pantai yang landai. Juga, memiliki hamparan pasir putih kecokelatan yang membentang. Udara di lokasi tersebut juga relatif sejuk, sehingga suasana menjadi lebih baik. Pantai Camplong merupakan tempat rekreasi andalan di Sampang. Sudah banyak dikunjungi wisatawan. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Fasilitas dan sarana prasarana (sarpas) juga lengkap dan tertata rapi. Seperti musala, kamar mandi, taman bermain, gardu, warung, dan tempat parkir yang memadai. Di sana juga ada penginapan atau hotel dan restoran. Dengan begitu, pengunjung merasa nyaman.

 Selain itu, ada beberapa spot di bibir pantai yang sengaja dibuat khusus sebagai tempat untuk berfoto dan mengabadikan momen liburan. Banyak pepohonan rindang yang bisa dijadikan sebagai tempat berteduh dan bersantai. Pengunjung tinggal menggelar tikar saat ingin berkumpul bersama keluarga.

Tidak hanya itu, dengan hamparan pasir luas, pengunjung tidak hanya bisa main pasir. Tetapi, bisa melakukan berbagai macam aktivitas. Misalkan, bermain sepak bola, voli pantai, berenang, dan semacamnya. Pengunjung juga bisa mencoba menikmati suasana di tengah pantai selama kurang lebih sekitar 20 menit dengan menaiki perahu yang biasa disewakan di lokasi tersebut.

 Selama masa liburan sekolah dan Lebaran, pengunjung juga disuguhi oleh sejumlah penampilan atau atraksi budaya. Misalkan, rokat tase’, sape sono’, dan orkes dangdut. Sehingga, jumlah pengunjung membeludak dan lebih banyak dari hari biasa.

Harga tiket masuk juga cukup murah. Untuk pengunjung dewasa dikenakan biaya Rp 15.000 per orang. Sementara remaja dan anak-anak Rp 5 ribu. Untuk anak di bawah 6 tahun gratis. Namun, bagi pengunjung yang datang berombongan atau keluarga besar bisa mendapatkan diskon harga. Biaya tersebut belum termasuk tarif parkir kendaraan roda dua dan roda empat. Untuk parkir mobil Rp 5 ribu dan parkir sepeda motor Rp 3 ribu.

Surya Aqila Putri, 23, salah satu pengunjung yang ditemui di lokasi menuturkan, saat ini  wisata Pantai Camplong semakin bagus. Infrastruktur dan sarpras semakin lengkap dan lokasi juga semakin luas. Jika dulu pengunjung hanya bisa bermain dan berenang di pantai, kini bisa menikmati pemandangan laut dengan duduk santai di gazebo dan kursi di bibir pantai.

”Ini kali kedua saya berkunjung ke sini. Tempatnya asik dan nyaman, libur Lebaran nanti saya pasti ke sini lagi,” ucapnya.

General Manager (GM) Hotel Wisata Camplong Bambang Setiadi menyampaikan, untuk menyambut kunjungan wisatawan saat libur Lebaran. Pihaknya, sudah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Mulai infrastruktur, pelayanan hingga keamanan di lingkungan sekitar wisata.  Sebab, jumlah pengunjung yang akan datang dipastikan banyak.

”Kami terus berupaya melakukan evaluasi, pembenahan, dan pengembangan infrastruktur. Agar pengunjung bisa bertambah,” katanya. 

Dia memaparkan, pada hari biasa pengunjung yang ada maksimal 150 orang. Sedangkan saat libur Lebaran mulai H+1, 2, dan 3 Lebaran jumlah pengunjung meningkat hingga 100 persen yakni sekitar 15 ribu orang. Puncaknya pada Lebaran Ketupat.

 ”Lebaran Ketupat pengunjung lebih ramai lagi. Sebab, kami menggelar acara orkes dangdut. Umumnya pengunjung merupakan warga lokal dan dari luar daerah. Ada juga yang berasal dari Surabaya, Malang, Bandung, dan Jakarta. Tahun lalu ada lima wisatawan dari Belanda,” ujarnya.

(mr/nal/han/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia