Kamis, 12 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

PLN: Pencurian Listrik Marak

10 Juni 2018, 18: 54: 04 WIB | editor : Abdul Basri

PLN: Pencurian Listrik Marak

Share this      

SAMPANG – PLN Rayon Sampang memburu warga yang melakukan kecurangan dalam menggunakan listrik dengan menenambah daya secara ilegal. Pasalnya, dari Januari sampai Mei 2018, PLN tmenemukan 166 dari 86.475 pelanggan yang terindikasi menambah daya listrik secara ilegal.

Manager PLN Rayon Sampang Slamet mengatakan, tahun ini pihaknya menemukan 166 pelanggan yang terindikasi menambah daya listrik secara ilegal. Padahal, sesuai UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, mengubah daya listrik merupakan pelanggaran dan bisa diberikan sanksi administrasi berupa pembayaran denda.

”Kami menemukan pelanggaran. Ada pelanggan hanya berlangganan 450 volt ampere (VA), tapi yang terpasang 2.200 VA. Jelas itu ilegal,” ungkapnya Sabtu (9/6). Penambahan daya secara ilegal dibagi menjadi beberapa kategori. Yaitu, kategori P1, P2, P3, dan P4.

Kategori P1, pelanggan mempengaruhi batasan besaran daya listrik. Misalnya, 900 VA diubah menjadi 1.300 VA. P2 mempengaruhi pengukuran energi. Contohnya, tutup meteran dibuka dan dilubangi dengan lidi. P3 bersifat mempengaruhi energi dan besaran daya. Sedangkan P4 yaitu pelanggan yang tidak ada kontraktual dengan PLN atau bukan pelanggan tetapi nyantol aliran listrik.

”Di Sampang banyak yang melanggar P1. Temuan itu didapat setelah dilakukan operasi Penertiban pengguna tenaga listrik (P2TL) dari Januari hingga Mei 2018. Pemasangan listrik liar paling banyak di wilayah pelosok dan di los Pasar Srimangunan,” bebernya.

Temuan tersebut ditindaklanjuti dengan mengirimkan surat teguran kepada pelanggan dan meminta agar segera membayar sanksi administratif. Jika dalam jangka waktu 24 jam pelanggan tidak merespons dan menyelesaikan sanksi tersebut, pihak PLN akan  membongkar meteran serta kabel listrik.

”Jika tidak ada penyelesaian, kami bongkar. Pelanggan tidak bisa memanfaatkan listrik PLN sampai membayar sanksi administratif,” ujarnya.

PLN juga akan memberikan sanksi kepada pemilik rumah yang melakukan kecurangan. Sanksi tersebut berupa denda dengan besaran listrik yang sudah dipakai selama pemilik rumah meningkatkan daya listrik secar ilegal. ”Denda sesuai pelanggaran. Sebagian sudah ada yang ditertibkan,” ujar Slamet.

Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat atau pelanggan PLN untuk tidak menambah daya listrik secara ilegal. PLN rutin melakukan pemeriksaan kWh meter pelanggan. Apabila ditemukan pelanggan yang melanggar, tim khusus yang terdiri dari petugas PLN, TNI, dan satpol PP melakukan pemutusan aliran listrik ke rumah tersebut.

Mantan manager PLN Rayon Sumenep itu mengimbau, masyarakat yang ingin menambah daya listik hendaknya berkoordinasi dengan PLN. Kemudian, akan ditindaklanjuti dengan menyurvei kelayakan instalasi listrik dan pemakaian di luar kapasitas di rumah tersebut.

”Kami akan melihat instalasi di rumah itu memungkinkan atau tidak. Kalau tidak, kami tidak akan mengizinkan untuk ditambah. Sebab, dampak yang akan ditimbulkan kurang baik. Kabel yang tidak standar akan panas dan melumer sehingga berbahaya,” tandasnya.

(mr/nal/luq/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia