Kamis, 18 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Pottre Koneng

Bentengi Diri dengan Ilmu

Selasa, 22 May 2018 00:46 | editor : Abdul Basri

HARAPAN BANGSA: Mahasiswi STKIP PGRI Bangkalan R. Roro Annisa.

HARAPAN BANGSA: Mahasiswi STKIP PGRI Bangkalan R. Roro Annisa. (DAFIR/Radar Madura/JawaPos.com)

INDONESIA menetapkan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Peristiwa pengeboman di Surabya beberapa hari lalu menjadi bahan refleksi di momen Harkitnas tahun ini. Perlu peran serta semua pihak demi menangkal terorisme. Termasuk pemuda.

Dewasa ini paham radikalisme bukan tidak mungkin juga merasuki kalangan pemuda. Untuk itu, penguatan ideologi Pancasila dan NKRI menjadi penting. Demikian disampaikan R. Roro Annisa, mahasiswi STKIP PGRI Bangkalan.

Menurut dia, Indonesia sepakat memusuhi terorisme. Meski kenyataannya aksi terorisme masih terjadi. ”Yang harus dilakukan pemuda, bentengi diri dengan ilmu pengetahuan yang baik dan benar,” katanya.

Semakin canggih teknologi informasi, semakin mudah banyak hal diakses. Pengetahuan yang baik dan benar menjadi kunci dasar. ”Sering-sering sosialisasikan bahaya terorisme supaya pemuda bisa menangkal,” ujarnya.

Dara kelahiran 1998 itu menambahkan, cara yang lain menangkal terorisme yakni berdoa kepada Sang Pencipta untuk selalu meminta perlindungan. Kemudian, rajin ibadah dan tetap hormat kepada orang yang lebih tua. ”Seminar tentang bahaya terorisme juga bagus untuk mahasiswa dan pemuda,” ujarnya.

Penyebaran paham radikalisme sebagai benih aksi terorisme cukup masif. Baik di media sosial (medsos) maupun dalam pertemuan-pertemuan kecil. Agar tidak mudah termakan paham radikal, generasi muda harus mempunyai pengetahuan yang mumpuni.

Roro Annisa mengutuk keras aksi-aksi terorisme. Baginya, Islam tidak mengajarkan kekerasan. Sebaliknya, Islam menyebarkan kedamaian. ”Tindakan pengeboman itu bukan ajaran Islam,” tandasnya.

(mr/daf/hud/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia