Rabu, 19 Sep 2018
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Hasanuddin Buchory Bakal Polisikan Ambuk

Rabu, 16 May 2018 21:01 | editor : Abdul Basri

UNTUK SIAPA: Polisi mengawal massa saat melakukan unjuk rasa di depan kantor Pemkab Bangkalan Selasa (15/5).

UNTUK SIAPA: Polisi mengawal massa saat melakukan unjuk rasa di depan kantor Pemkab Bangkalan Selasa (15/5). (A. YUSRON FARISANDY/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bangkalan untuk Keadilan (Ambuk) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pemkab Selasa (15/5). Mereka menolak kebijakan Penjabat (Pj) Bupati I Gusti Ngurah Indra Setiabudi Ranuh mengangkat Hasanuddin Buchory (Kepala Balitbangda Bangkalan) sebagai Plt Kepala Disdik.

”Kami dengar kabar ada pergantian Plt kepala disdik dari Bambang ke Saudara Hasan,” kata Mubarok, koordinator aksi.

Mubarok menuding kebijakan itu bernuansa politis. Sebab, Hasaddin Buchory merupakan besan dari salah satu pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati. ”Bahkan, Saudara Hasan itu mantan terpidana. Saya punya datanya,” teriak Mubarok.

Pernyataan Mubarok tentang ”mantan terpidana” itu menuai polemik. Sebab, petikan putusan Nomor 98 PK/PID.SUS/2011 membatalkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1624 K/PID.SUS/2009 tanggal 7 September 2010 yang membatalkan putusan Pengadilan Negeri Bangkalan Nomor 01/Pid.B/PN.bkl. tanggal 19 Mei 2009.

Yakni, menyatakan Hasanuddin Buchory tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya dalam dakwaan primer maupun subsider jaksa penuntut umum. Selanjutnya, membebaskan Hasanuddin Buchory dari semua dakwaan tersebut dan memulihkan haknya dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat serta martabatnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setkab Bangkalan Ismet Effendi mengatakan, sampai sekarang tidak ada pengangkatan Hasanuddin Buchory sebagai Plt kepala disdik. Yang bersangkutan tetap sebagai pejabat definitif kepala balitbangda. ”Sebelumnya, memang ada rencana. Tapi, tidak jadi,” kata Ismet saat menemui para pedemo.

Terpisah, Kepala Balitbangda Bangkalan Hasanuddin Buchory mengaku belum ada perintah menjadi Plt kepala disdik. Namun, manakala ada petunjuk dan kebijakan dari Pj bupati, dirinya mau tidak mau harus tetap melaksanakan. ”Tapi, sampai sekarang belum ada tuh,” terangnya.

Hasan menegaskan tudingan Mubarok yang menyebut dirinya mantan terpidana itu fitnah. Karena itu, dia akan menempuh jalur hukum. ”Tetap kami tuntut. Ini fitnah dan pencemaran nama baik,” ancamnya.

Dihubungi kembali, Mubarok justru menarik statemen mengenai tudingan mantan terpidana kepada Hasanudin Buhory. ”Kalau itu keluar statemen saya, saya tarik. Mungkin keceplosan,” ucapnya singkat.

(mr/daf/onk/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia