alexametrics
Kamis, 29 Jul 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Polres Bangkalan Belum Tangkap Pembacok Ketua PPK

07 Mei 2018, 12: 44: 34 WIB | editor : Abdul Basri

TEGAS: Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan.

TEGAS: Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/Radar Madura/JawaPos.com)

Share this      

BANGKALAN Publik menunggu hasil kerja keras tim khusus terdiri dari anggota Reskrim dan Intel Polres Bangkalan serta Polsek Galis. Pasalnya, hingga saat ini pelaku pembacokan terhadap Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Galis Mujiburrohman belum terungkap.

Korps Bhayangkara terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif pembacokan terhadap pria 42 tahun itu. Warga Dusun Pancor, Desa/Kecamatan Galis itu sudah sembilan hari terbaring sejak penganiayaan itu terjadi.

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan mengatakan, pihaknya terus melakukan penyelidikan kasus pembacokan yang menimpa Mujiburrohman. Pihaknya terus meminta keterangan saksi-saksi. Semula hanya meminta keterangan 6 orang saksi.

Baca juga: Langganan Kekeringan 80 Desa di Pamekasan

Pemeriksaan berkembang menjadi 11 orang saksi. Selain itu, tim yang bertugas telah meminta keterangan korban. ”Kami juga telah meminta keterangan korban waktu di rumah sakit,” terangnya Minggu (6/5).

Boby mengungkapkan, dari hasil keterangan sebelas saksi dan korban, belum bisa disimpulkan mengarah pada pelaku. Pasalnya, sebelas saksi dan korban tidak mengenali wajah pelaku. Sebab, waktu pembacokan pelaku menggunakan helm teropong.

Dengan begitu, korban tidak melihat wajah orang yang bertindak beringas kepadanya itu. Selain itu, lokasi pembacokan pada saat itu dalam keadaan sepi. Tidak ada saksi mata yang melinat langsung kejadian tersebut.

Namun, kata Boby, pihaknya serius mengungkap kasus pembacokan itu. ”Kami terus berusaha untuk mengungkap kasus ini,” tutupnya.

Mahmudi Ibnu Khotib, adik kandung korban mengatakan, akibat pembacokan tersebut Mujiburrohman harus menjalani dua kali operasi. Sabtu (28/4) sekitar pukul 21.00 korban menjalani operasi di bagian mata.

Operasi kedua dilakukan Jumat (4/5). Operasi kedua dilakukan di bagian tulang rahang yang retak. ”Alhamdulillah saat ini terus berangsur membaik. Sambung doanya ya,” pinta Mahmudi.

Selain kerabat, teman-teman dari Bangkalan dan luar daerah menjenguk Mujiburrohman di RSUD dr Soetomo Surabaya. Namun, tim medis masih melarang korban untuk banyak berinteraksi dengan orang.

Bagi Mahmudi, kakak kandungnya selama ini tidak pernah memiliki musuh. Dia orang baik dan tidak pernah mencari masalah dengan orang lain. ”Bukan orang jahat saja yang dibacok. Orang baik saja masih kena bacok,” ucapnya.

Mahmudi berharap, polisi segera mengungkap kasus pembacokan yang menimpa kakaknya. Dengan demikian, pelaku bisa segera ditangkap dan diproses hukum sesuai dengan perbuatannya. ”Kalau tidak bisa, kami dan keluarga pasrahkan kepada Allah,” tutupnya.

Seperti diberitakan, Ketua PPK Galis Mujiburrohman dibacok orang tidak dikenal Sabtu (28/4). Sekitar pukul 11.00, Mujib selesai mengajar di Pondok Pesantren Al-Ibrohimy Kecamatan Galis. Korban lalu pulang dengan mengendarai motor Honda Vario M 2732 GA.

Tiba di jalan raya Dusun Pancor, Desa/Kecamatan Galis, pria yang juga koordinator PPK Bangkalan itu dipepet dua pengendara motor. Mereka langsung melakukan pembacokan menggunakan senjata tajam (sajam). Setelah itu langsung melarikan diri.

Tak berselang lama, warga mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Sekitar 11.15, korban dibawa warga ke Puskesmas Galis kemudian dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan.

Akibat sabetan sajam, korban mengalami luka di bagian kepala. Yakni, luka robek pada wajah sebelah kiri dari dahi sampai hidung dengan panjang sekitar 20 sentimeter dan dalam sekitar 3 sentimeter. Korban lalu dibawa ke RSUD dr Soetomo Surabaya sekitar pukul 14.00.

(mr/bam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news