Kamis, 18 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Pottre Koneng

Hari Kartini Momentum untuk Bangkit

Sabtu, 21 Apr 2018 22:35 | editor : Abdul Basri

ROMANTIS: Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi bersama istri Nia Kurnia.

ROMANTIS: Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi bersama istri Nia Kurnia. (NIA KURNIA FOR Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Masyarakat Indonesia kembali memperingati hari kelahiran RA Kartini. Kartini dipandang sebagai sosok inspirator bagi seluruh perjuangan perempuan di negeri ini. Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Sumenep Nia Kurnia Achmad Fauzi juga banyak belajar dari kisah perjuangan Kartini.

Bagi Nia, memperingati Hari Kartini tidak bisa dilakukan secara seremonial belaka. Sebab, acara seremoni cenderung hanya sesaat. Akan tetapi, yang dibutuhkan aktualisasi dari nilai-nilai semangat perjuangan Kartini.

”Kita sudah tidak hidup di era RA Kartini lagi. Tentu tantangan yang dihadapi berbeda dengan beliau,” kata Nia. ”Kita tidak cukup hanya dengan meniru Kartini. Yang perlu kita tiru semangatnya. Sebab, semangat itu tak akan lekang oleh waktu,” tambahnya.

Bagi perempuan berdarah Cirebon-Banten itu, sosok Kartini merupakan pejuang kesetaraan gender. Kartini berjuang dengan cara memfasilitasi teman-temannya belajar. Sebab hanya dengan pengetahuan, ilmu, dan wawasan yang luas, martabat perempuan akan terangkat.

”Beliau seorang pelopor emansipasi wanita yang mampu mewujudkan kesetaraan gender. Saya berharap, semua kaum wanita bisa melihat dan meniru semangat perjuangan beliau,” urai alumnus Unma Pandeglang itu.

Wakil Ketua 1 TP PKK Sumenep itu menegaskan, di era sekarang atau yang populer dengan zaman now, perempuan harus memiliki kecakapan yang luas. Mereka dituntut paham tentang perkembangan zaman dan teknologi. Sebab, perubahan merupakan keniscayaan sekaligus tantangan yang harus dihadapi.

”Perempuan merupakan makhluk yang istimewa. Dia bisa hamil, melahirkan, dan menyusui,” jelasnya. Pada saat yang sama, perempuan juga merupakan sosok yang memiliki kontribusi besar dalam menyukseskan karir laki-laki. ”Makanya ada pepatah, di balik kesuksesan laki-laki ada perempuan hebat di belakangnya,” tegas Nia.

(mr/mam/hud/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia