Rabu, 19 Sep 2018
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

KPU Bangkalan Tetapkan DPT, Panwaslu Tak Puas

Jumat, 20 Apr 2018 07:05 | editor : Abdul Basri

SERIUS: KPU Bangkalan menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih tetap pilgub dan pilbup kemarin.

SERIUS: KPU Bangkalan menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih tetap pilgub dan pilbup kemarin. (A. YUSRON FARISANDY/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN –Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangkalan menetapkan 859.067 daftar pemilih tetap (DPT) 2018, Kamis (19/4). Jumlah tersebut mengalami kenaikan 3.505 dari 855.562 DPS yang ditetapkan 16 Maret lalu.

Penetapan DPT itu digelar dalam rapat pleno terbuka di aula KPU di Jalan RE Martadinata. Hadir tim sukses (timses) tiga pasangan calon (paslon) dan panwaslu. Hadir juga PPK sekabupaten, forpimda, bakesbangpol, dan dispendukcapil.

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar mengutarakan, penetapan DPT merupakan tindak lanjut tahapan proses pemutakhiran data pemilih. Jumlah DPT yang ditetapkan mengalami kenaikan dibandingkan dengan jumlah DPS. Dari 859.067 pemilih yang ditetapkan sebagai DPT, 416.083 laki-laki dan 442.984 perempuan. ”Lebih banyak perempuan,” terangnya.

Fauzan menyatakan, kenaikan angka tersebut sangat wajar. Sebab, setelah DPS ditetapkan, petugas ada waktu untuk melakukan perbaikan data pemilih. Misalnya, semula ada nama warga yang tidak masuk dalam DPS. Tapi, ketika dilakukan perbaikan. Lalu dimasukkan dan ditetapkanlah jadi DPT.

”Setiap proses tahapan, kami sangat transparan. Bahkan, selalu ngajak timses paslon,” terangnya.

Fauzan menyampaikan, setelah dilakukan daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPS-HP), diketahui terdapat 7.268 pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS). Data tersebut kemudian dicoret. ”Tidak punya KTP elektronik atau suket,” paparnya.

Namun, bukan berarti mereka tidak bisa menggunakan hak pilih. Bisa menggunakan hak pilih jika saat pencoblosan membawa KTP elektronik atau suket. ”Kalau itu dipenuhi, kami masukkan dalam daftar pemilih tambahan,” tuturnya.

Untuk pemilih pemula, kata Fauzan, itu mencapai tujuh puluh ribuan. Hanya, dalam perspektif antara versi KPU dan dispendukcapil itu berbeda mengenai pemahaman pemilih pemula. Jika KPU memaknai pemilih pemula itu di atas 17 tahun ke atas, misalnya umur 19 tahun. Namun, versi dispendukcapil itu ketika pada 27 Juni baru berumur 17 tahun itu disebut pemilih pemula.

”Sehingga, pemilih pemula versi KPU hanya berkisar 2.327. Sedangkan dispendukcapil sekitar 70 ribuan. Tapi, itu tidak masalah dan tidak substansial,” jelasnya.

Anggota timses paslon Beriman Muzakki mengatakan, dari jumlah DPT 859.067 bisa dipastikan banyak pemilih yang tidak ada di Bangkalan. Misalnya, bekerja di negara lain. Ketika pencoblosan tidak ada orangnya. ”KPU harus benar-benar memantau dan mencegah terjadinya penggunaan hak pilih yang tidak ada orangnya,” katanya.

Menurut dia, bukan tidak mungkin data hak pilih yang tidak ada orangnya itu dimanfaatkan oknum-oknum tertentu. ”Makanya, saya berharap di sisa akhir masa jabatan Fauzan Jakfar biar husnulkhatimah. Jangan sampai hak pilih yang tidak ada orangnya dimanfaatkan oleh oknum,” harapnya.

Di sisi lain, Panwaslu Bangkalan belum puas terhadap data yang ditetapkan KPU. Sebab, terdapat beberapa desa yang jumlah data pemilihnya tidak ada perubahan. Mulai dari penetapan DPS, daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPS-HP) hingga menjadi DPT.

Temuan tersebut diungkapkan Ketua Panwaslu Bangkalan A. Mustain Saleh kemarin (19/4). Mustain mengatakan, ada 17 desa yang data pemilihnya tidak berubah. Padahal, sudah melalui perbaikan. ”Menjadi tanda tanya besar di 17 desa yang data pemilihnya tidak mengalami perubahan sama sekali hingga ditetapkan menjadi DPT,” ungkapnya.

Mustain mengaku sudah memerintah PPL untuk mengecek kebenaran data pemilih di desa-desa tersebut. Namun, hasilnya tetap demikian. ”Tetap saja tidak berubah. Mestinya kalau sudah dilakukan perbaikan, itu bisa berkurang atau bertambah. Tapi, ini tidak,” ucapnya.

Karena itu, pihaknya meminta KPU kembali melihat secara utuh data tersebut. Sebab, bisa jadi tidak valid. ”Aneh kok bisa tidak bergerak,” ucapnya.

Mustain tidak menyebutkan nama desa. Dia hanya menyebutkan belasan desa itu tersebar di Kecamatan Kota, Burneh, Galis, Kamal, Konang, Labang, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah. ”Pokoknya tersebar di sembilan kecamatan,” tuturnya.

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar mengatakan, jika ada data pemilih tidak bergerak meski sudah dilakukan perbaikan, itu menandakan petugas penyelenggara pemilu di bawah bekerja dengan maksimal. ”Berarti sudah valid dari awal. Menunjukkan bahwa petugas kami di bawah benar-benar bekerja,” tandasnya.

(mr/daf/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia