Rabu, 19 Sep 2018
radarmadura
icon featured
Features
Mengenal Nomine Pemilihan Guru Favorit 2018

RR Dewi Trisna, Kepala TK Terkeren Se-Indonesia

Kamis, 19 Apr 2018 20:13 | editor : Abdul Basri

MENGINSPIRASI: RR Dewi Trisna disambut murid dan guru di halaman TK Islam Terpadu kemarin. Inset, RR Dewi Trisna menerima piagam juara 1 guru dan kepala sekolah berprestasi se-Jatim.

MENGINSPIRASI: RR Dewi Trisna disambut murid dan guru di halaman TK Islam Terpadu kemarin. Inset, RR Dewi Trisna menerima piagam juara 1 guru dan kepala sekolah berprestasi se-Jatim. (RUSYDI ZAIN/Radar Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – RR Dewi Trisna, 43, warga Jalan Pramuka, Blok Euphorbia, Kelurahan Gunung Sekar, Kota Sampang, memiliki tiga anak. Yakni, Imaduddin Rahman, Syakirah Amalia, dan Naura Hasna Annida. Guru sekaligus kepala Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Nurul Hidayah itu peraih juara 1 guru dan kepala sekolah berprestasi tingkat TK se-Jatim.

Guru profesional tidak hanya memanfaatkan majalah dan buku sebagai media pembelajaran. Terutama, guru di jenjang pendidikan anak usia dini. Pada jenjang itu, guru harus bisa menerapkan metode pembelajaran inovatif. Yakni, berbasis pada hal kontekstual.

Misalnya, mengajak anak keluar kelas untuk belajar ke alam nyata sehingga tidak ada kesan ada pembatasan pada anak. Seperti dilakukan RR Dewi Trisna, sarjana pertanian yang memutuskan menjadi guru sejak 1999.

Sebelum menjadi kepala TKIT Nuruh Hidayah yang dirintisnya, guru yang kini berhasil menjadi kebanggaan Sampang, Madura, dan Jawa Timur, itu pernah mengajar di SMP 13 tahun lalu. Berbagai prestasi diraih Dewi, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.

Di antaranya, pada 2007, 2008, 2010, dan 2012 dia terpilih sebagai kepala sekolah berprestasi kesatu se-Sampang. Pada 2008 juara 1, lomba karya tulis ilmiah se-Sampang. Pada 2011, dinobatkan sebagai guru profesional tingkat nasional oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Pada 2017, terpilih sebagai peserta terbaik IX pelatihan asesor BAN PAUD dan PNF se-Jatim. Pada 2018, meraih juara 1 kepala dan guru berprestasi tingkat TK se-Jatim.

Berkat inovasi Dewi, TKIT Nurul Hidayah yang dirintis dan dikelolanya selama 13 tahun itu juga memperoleh banyak penghargaan dan prestasi. Di antaranya, pada 2009 meraih juara 1 kategori lingkungan sekolah sehat tingkat TK/RA se-kecamatan. Pada 2010, meraih juara 2 lomba kebersihan dan lingkungan tingkat TK/RA se-kabupaten.

Pada 2017, dinobatkan sebagai sekolah TK terkeren se-Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Saat itu hanya tiga sekolah yang dipilih dan TKIT Nurul Hidayah Sampang salah satunya.

Pada 2018, guru yang sudah memiliki berbagai buku karya tulis ilmiah itu berhasil menjadi juara 1 ajang guru dan kepala sekolah berprestasi tingkat Jawa Timur. Sebenarnya, ada lima guru yang dikirim oleh Dinas Pendidikan Sampang ke Jawa Timur. Meliputi, nominasi TK, SD, SMP, dan pengawas.

”Alhamdulillah, dari Sampang hanya saya yang lolos mewakili Jawa Timur ke Jakarta di Gupres 2018. Untuk sekolah TK terkeren, hanya dipilih tiga dari 38 kabupaten dan kota se-Indonesia. Salah satunya adalah TKIT Nurul Hidayah Sampang,” tuturnya.

Nominasi dari Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep tidak ada yang lolos ke tingkat provinsi. Keberhasilan Dewi berkat kerja keras dan dukungan semua pihak, terutama Dinas Pendidikan Sampang.

Inovasi yang telah dilakukan Dewi di TKIT Nurul Hidayah di antaranya, penerapan program kemitraan dengan orang tua, yaitu parenting. Menurut dia, wali murid selalu dilibatkan dalam setiap kegiatan sekolah.

Berikutnya, sekolah hijau. Program itu bertujuan menanamkan kecintaan anak pada lingkungan dan memanfaatkan barang daur ulang sebagai sumber belajar. Lalu, program katering sehat. Anak diajarkan tidak terbiasa jajan. Tetpi, membiasakan hidup sehat dengan makan makanan yang sudah disiapkan sekolah senilai Rp 3.000 per hari. Supaya efektif, sekolah melarang anak membawa uang dan makanan kecuali air minum ke sekolah.

Tak hanya itu, Dewi menerapkan kelas inspiratif. Praktiknya, memilih wali murid sebagai narasumber secara bergantian. Wali murid yang pekerjaannya sebagai pedagang, dokter, pengusaha, dan semacamnya diminta menjelaskan dan memberikan pemahaman kepada anak di TKIT Nurul Hidayah.

Semua program dan inovasi itu yang mengantarkan TKIT Nurul Hidayah Sampang mendapat penghargaan dan predikat sebagai TK terkeren se-Indonesia. Beberapa program dan inovasi tersebut tidak ada yang menerapkan.

”Saya membuat karya tulis ilmiah tentang base practice catering sekolah. Itu merupakan karya tulis ilmiah terbaik selama saya menjadi kepala sekolah dan itu juga yang mengantarkan saya ke Gupres 2018,” ujarnya.

Dewi berharap, pemerintah tak hanya melihat dan mengetahui serta menguji potensi yang dimiliki guru. Tetapi, lebih pada bisa memfasilitasi guru untuk mengembangkan potensinya. Selain itu, pemerintah harus melakukan penguatan di bawah secara intens dan berkelanjutan.

Misalnya, kegiatan untuk meningkatkan kompetensi guru. Menurut dia, selama ini sudah dilakukan, tapi tidak ada tindak lanjut. ”Kerja keras, jangan putus asa, dan terus berdoa. Itu rahasianya,” pungkas Dewi.

(mr/rus/hud/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia