Sabtu, 17 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Pamekasan

Dewan Soroti Program Sekolah Adiwiyata

Senin, 16 Apr 2018 15:51 | editor : Abdul Basri

GENERASI BANGSA: Pelajar berjalan di koridor sekolah yang dipenuhi tanaman hias beberapa waktu lalu.

GENERASI BANGSA: Pelajar berjalan di koridor sekolah yang dipenuhi tanaman hias beberapa waktu lalu. (GHINAN SALMAN/Radar Madura/JawaPos.com)

            PAMEKASAN – Komisi III DPRD Pamekasan menyoroti program sekolah adiwiyata. Wakil rakyat menuding, dinas lingkungan hidup (DLH) dan dinas pendidikan (disdik) selama ini belum bersinergi.

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Hosnan Achmadi menyatakan, program adiwiyata sangat penting bagi siswa agar memupuk rasa peduli terhadap lingkungan. Karena itu, harus ada rangsangan dari organisasi perangkat daerah terkait untuk mengoptimalkan program itu. ”DLH dan disdik harus bersinergi. Jangan jalan sendiri,” pintanya.

Hosnan menilai, program adiwiyata yang ada selama ini belum mampu merangsang mayoritas sekolah yang ada di Kota Gerbang Salam. Pasalnya, sejauh ini baru ada sebagian sekolah yang serius mengikuti program adiwiyata. Karena itu, baik DLH maupun disdik harus mencarikan formula baru.

            ”Terutama DLH, karena program adiwiyata menjadi tanggung jawab mereka. Disdik mungkin bisa membantu fasilitasi, infrastruktur, dan sebagainya,” katanya Minggu (15/4).

            Meskipun tahun ini tidak bisa seratus persen, paling tidak ada target setiap tahunnya untuk menggerakkan sekolah agar bisa menjalankan program tersebut. ”Kepala sekolah dan guru juga harus mendukung. Jangan sampai bertolak belakang,” sarannya.

            Untuk diketahui, jumlah sekolah yang terdata di DLH Pamekasan baru sekitar 436 sekolah, baik SD ataupun SMP yang mengikuti program adiwiyata. Artinya, masih ada ratusan sekolah belum tersentuh program tersebut.

(mr/ghi/onk/han/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia