Minggu, 18 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Hukum & Kriminal

Temukan Suami Tewas Bersimbah Darah

Kamis, 12 Apr 2018 21:15 | editor : Abdul Basri

TAK BERNYAWA: Mayat Punahwi ditemukan bersimbah darah di langgar miliknya di Dusun Brumbung, Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Rabu malam (11/4).

TAK BERNYAWA: Mayat Punahwi ditemukan bersimbah darah di langgar miliknya di Dusun Brumbung, Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Rabu malam (11/4). (POLRES SUMENEP FOR Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Punahwi, warga Dusun Brumbung, Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang, ditemukan tewas Rabu malam (11/4). Pria 46 tahun itu diduga dibunuh saat sedang tidur di langgarnya.

Punahwi ditemukan tewas dengan beberapa luka bacok di tubuhnya. Di antaranya di kepala sebelah kanan, leher sebelah kanan, dagu kanan, pinggang kanan, lutut, dan betis kanan.

Mayat Punahwi kali pertama ditemukan istrinya, Sahwiyani, sekitar pukul 23.30. Menurut keterangan polisi, Sahwiyani yang tidur terpisah dengan suaminya mendengar suaminya merintih kesakitan.

Ketika bangun, Sanwiyani melihat sesosok bayangan orang keluar dari langgar tempat suaminya tidur dengan ciri-ciri memakai baju batik hijau. Ketika mendekati suaminya, Sahwiyani mendapati suaminya penuh luka bacok di tubuhnya.

Sahwiyani kaget, kemudian berteriak dan meminta tolong tetangganya. Warga yang datang ke lokasi segera memanggil polisi. Sayangnya, nyawa korban tidak berhasil diselematkan dan meninggal di tempat.

”Istrinya ini masih dalam kondisi sakit karena opersi Caesar beberapa hari lalu. Dalam kondisi lemah itu, sang istri meminta bantuan warga dan sempat menelepon anaknya. Warga lalu melapor polisi,” ungkap Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Abd. Mukit kemarin (12/4).

Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan para saksi. Hingga saat ini, petugas belum mengetahui identitas tersangka. ”Kami masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Sampai saat ini, ciri-ciri tersangka yang kami ketahui sebatas apa yang disampaikan oleh istri korban,” jelas Mukit.

(mr/aji/han/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia