Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Pelantikan Komisioner KPU Sampang Diprotes

15 Maret 2018, 03: 05: 31 WIB | editor : Abdul Basri

KEKUATAN BARU: KPU Jatim melantik Faidi Jauhari sebagai komisioner KPU Sampang menggantikan Abdul Azis Agus Priyanto di Surabaya Rabu (14/3).

KEKUATAN BARU: KPU Jatim melantik Faidi Jauhari sebagai komisioner KPU Sampang menggantikan Abdul Azis Agus Priyanto di Surabaya Rabu (14/3). (MIFTAHUR ROZAQ FOR Radar Madura/JawaPos.com)

Share this      

SAMPANG – Kekosongan komisioner KPU Sampang akhirnya terisi. Kini, personel penyelenggaraan pemilu di Kota Bahari itu sudah lengkap. Itu terhitung sejak Faidi Jauhari dilantik menggantikan Abdul Azis Agus Priyanto yang dipecat.

Pelantikan dilakukan KPU Jawa Timur di Surabaya Rabu (14/3). Setelah dilantik, Faidi Jauhari langsung dituntut bisa menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab. Dia dihadapkan dengan tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada).

Sejak Abdul Azis Agus Priyanto dicopot, semua tahapan pilkada dilakukan empat komisioner. Mereka adalah Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif, Addy Imansyah, Miftahur Rozaq, dan Syamsul Arifin.

TAK TERIMA: Abdul Azis Agus Priyanto menunjukkan putusan MK Rabu (14/3).

TAK TERIMA: Abdul Azis Agus Priyanto menunjukkan putusan MK Rabu (14/3). (RUSYDI ZAIN/Radar Madura/JawaPos.com)

Komisioner KPU Sampang Miftahur Rozaq membenarkan pelantikan Faidi Jauhari. Pihaknya mengaku mendapatkan undangan KPU Jatim. Namun, tidak bisa hadir karena bersamaan dengan sidang pleno terbuka pemutakhiran dan penetapan DPS tingkat kabupaten. ”Sesuai dengan aturan jumlah kami menjadi lengkap,” ucapnya.

Pelantikan tersebut berdasarkan keputusan KPU RI dan KPU Jatim. Menurut dia, komisioner tersebut akan membantu kinerja KPU dalam melaksanakan tugas. Pihaknya akan melakukan pleno untuk menentukan tugas Faidi Jauhari. Tugas dan wewenang akan disesuaikan dengan kemampuan atau keahliannya.

Sementara itu, Abdul Azis Agus Priyanto dipecat KPU Jawa Timur (Jatim) dengan surat bernomor putusan 171/Kpts/KPU-Prov-014/2014. Pemecatan itu berdasar putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Nomor 316/DKPP-PKE-III/2014.

Azis menilai, KPU Jatim tidak mengindahkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 31/PUU-XI/2013 tanggal 3 April 2014. Sebab, hingga saat ini putusan tersebut tidak dieksekusi KPU Jatim sebagai kepanjangan tangan KPU RI. ”Saya sudah menggugat SK KPU Jatim atas pemberhentian saya ke PTUN Surabaya, PT TUN, dan dilanjutkan kasasi. Hasilnya, saya menang,” katanya.

Karena itu, keluar putusan MK yang menyatakan SK KPU Jawa Timur Nomor 171/Kpts/KPU-Prov-014/2014 batal. Selain itu, memerintahkan KPU Jatim sebagai tergugat untuk mencabut SK pemberhentian yang dikeluarkan itu.

Putusan MK juga menegaskan tergugat, KPU Jatim, diwajibkan memulihkan hak penggugat dalam kemampuan, kedudukan, harkat, dan martabatnya sebagai anggota KPU Sampang periode 2014–2019. ”Putusan MK yang sudah inkrah ini tidak dieksekusi oleh KPU Jatim sampai sekarang. Jika saya di-PAW jelas itu pelecehan terhadap putusan MK,” ungkapnya.

Menurut dia, KPU Jatim melantik Faidi Jauhari karena putusan DKPP belum dicabut. Padahal itu dianggap menyalahi aturan. ”Saya selaku penggugat akan upaya karena saya memenangkan proses peradilan di tiga tingkatan,” ujarnya.

Ketua KPU Jatim Eko Sasmito tidak ingin menanggapi tudingan Azis. Pihaknya hanya melaksanakan perintah KPU RI untuk segera melakukan PAW di KPU Sampang. ”Atas perintah dari KPU RI kami harus melaksanakan PAW terhadap komisioner KPU Sampang,” katanya.

(mr/fat/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia