Senin, 22 Oct 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Terdakwa Kasus Pantai Rongkang Mat Beta Didakwa Pasal Berlapis

Rabu, 14 Mar 2018 07:00 | editor : Abdul Basri

KETAT: Polisi berjaga di depan ruang tahanan PN Bangkalan Selasa (13/3).

KETAT: Polisi berjaga di depan ruang tahanan PN Bangkalan Selasa (13/3). (BAHRUL ULUM/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Mat Beta, warga Desa Kwanyar Barat, Kecamatan Kwanyar, menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan kemarin (13/3). Salah satu terdakwa perkara perampokan dan pemerkosaan disertai pembunuhan di Pantai Rongkang itu didakwa dengan pasal berlapis.

Jaksa penuntut umum (JPU) sudah membacakan dakwaannya kepada Mat Beta. Yakni, didakwa pasal primer 340 KUHP jo pasal 55 ayat 1 subsider pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat 1. Kedua, pasal 339 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1 dan  ketiga pasal 365 KUHP ayat 4.

Keempat, pasal 81 ayat (5) jo pasal 76 D Undang-Undang (UU) Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diubah dengan UU Nomor 35/2014 tentang Perubahan atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Selanjutnya, UU Nomor 17/2016 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP subsider pasal 80 ayat 3 jo pasal 76 C UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diubah dengan UU Nomor 35/2014 dan terakhir dengan UU Nomor 17/2016.

PASRAH: Hajir dan Muhammad duduk di dalam sel tahanan PN Bangkalan.

PASRAH: Hajir dan Muhammad duduk di dalam sel tahanan PN Bangkalan. (BAHRUL ULUM/Radar Madura/JawaPos.com)

Sidang perkara perampokan dan pemerkosaan disertai pembunuhan di Pantai Rongkang dibagi dua agenda. Pertama, dakwaan terhadap Mat Beta. Kedua, sidang lanjutan terhadap tiga terdakwa lainnya, yakni Jeppar, 28, warga Desa Tebul; Muhammad, 32, warga Desa Kwanyar Barat; dan Moh. Hajir, 52, warga Desa Dlemer, Kecamatan kwanyar. Agenda sidang kedua mendengarkan saksi.   

Jaksa juga menghadirkan saksi mahkota Mat Beta untuk memberikan keterangan peran terdakwa Jeppar, Muhammad, dan Hajir dalam perkara tersebut.

Kasipidum Kejari Bangkalan Bebry membenarkan, agenda sidang terdakwa Jeppar, Muhammad, Hajir adalah mendengarkan keterangan saksi mahkota Mat Beta. Sementara agenda sidang Mat Beta adalah pembacaan dakwaan. ”Ada dua agenda sidang. Dakwaan dan saksi,” ucapnya.

Sementara itu, Bakhtiar Pradinata selaku Penasihat Hukum Mat Beta mengatakan, dakwaan yang dibacakan JPU terhadap kliennya terdapat kejanggalan-kejanggalan. Namun, pihaknya tidak akan mengajukan eksepsi (keberatan terhadap dakwaan jaksa) pada sidang selanjutnya.

Menurut Bakhtiar, kejanggalan dakwaan tersebut masuk dalam pokok perkara. ”Akan kami tanggapi dalam nota pembelaan,” ucapnya. Dengan demikian, sidang pekan depan agendanya mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan jaksa.

Joko selaku Penasihat Hukum Jeppar, Muhammad, dan Hajir dari Posbakum PN Bangkalan membenarkan, Mat Beta menjadi saksi mahkota. Artinya, jelas dia, Mat Beta memberikan kesaksian terhadap terdakwa lainnya secara bergiliran.

Dia mengungkapkan, dalam kesaksiannya, Mat Beta mengaku tidak terlibat dalam kasus tersebut. Sementara terdakwa yang lain mengaku Mat Beta terlibat dalam kasus itu. ”Mat Beta mengaku tidak terlibat. Tapi, mengenali semua terdakwa lainnya,” terangnya.

Menurut Joko, agenda sidang pekan depan untuk terdakwa Jeppar, Muhammad, dan Hajir masih pemeriksaan saksi. JPU akan kembali menghadirkan saksi lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mayat Ahmad, 20, dan Ani Fauziyah Laili, 17, sudah jadi tengkorak saat ditemukan di perbukitan Pantai Rongkang, Desa Kwanyar Barat, Kecamatan Kwanyar, Sabtu (22/7/2017). Selasa (1/8), polisi berhasil menguak pelaku pembunuhan dua remaja tersebut.

Sebelum dibunuh, Ani diperkosa secara bergiliran oleh lima pelaku. Saat sudah tewas pun, perhiasan dan motor korban digasak pelaku. Kejadiannya sekitar Mei 2017. Korban kemudian dibuang di perbukitan Pantai Rongkang.

Belakangan diketahui, korban merupakan warga Kecamatan Tragah. Dua korban yang masih remaja itu memadu kasih di perbukitan sebelum terjadi peristiwa memilukan tersebut.

Dari lima pelaku, hanya empat yang bisa ditangkap Polres Bangkalan. Sohib, 35, warga Desa Kwanyar Barat, masih buron dan belum diketahui keberadaannya.

(mr/bam/onk/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia