Minggu, 19 Aug 2018
radarmadura
icon featured
Sastra & Budaya

Piala Presiden Kerapan Sapi Madura 2018 Bakal Molor

Jumat, 09 Mar 2018 08:00 | editor : Abdul Basri

BUDAYA MADURA: Joki kerapan sapi beradu kecepatan di Stadion RP Moh. Noer, Bangkalan, beberapa waktu lalu.

BUDAYA MADURA: Joki kerapan sapi beradu kecepatan di Stadion RP Moh. Noer, Bangkalan, beberapa waktu lalu. (Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Tahun ini budaya kerapan sapi bakal kembali digelar. Budaya leluhur itu akan dimulai dari tingkat kecamatan/kewedanaan, kabupaten, hingga memperebutkan piala presiden pada Juli–Oktober 2018.

Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Hendra Gemma Dominan menerangkan, jadwal kerapan sapi berdasarkan draf yang dikeluarkan Badan Perwakilan Wilayah (Baperwil) IV Madura di Pamekasan. Menurut dia jadwal tersebut perlu kembali dirumuskan dengan perwakilan di tingkat kabupaten. Sebab, setiap tahun kerap terjadi perubahan jadwal.

”Jadwal dari baperwil sudah ada sampai 2020. Tapi, ada beberapa kendala sehingga pelaksanaan bisa berubah,” ujarnya Kamis (8/3).

Bangkalan dipastikan tidak akan melaksanakan kerapan sapi tingkat kabupaten pada 2 September 2018. Rencananya Kota Salak akan menghelat kerapan sapi pada 7 Oktober 2018. Yaitu, pada momen Hari Jadi Kabupaten Bangkalan.

Untuk itu, dia berharap jadwal pelaksanaan kerapan sapi yang dikeluarkan baperwil bisa dirumuskan bersama masing-masing kabupaten. Harapannya, tidak ada lagi penundaan pelaksanaan. ”Agar di kalender pariwisata tidak berubah. Pengunjung bisa melingkari kalender untuk berkunjung sesuai jadwal,” ungkap Hendra.

Meski tidak bisa menyelenggarakan kerapan sapi pada 2 September, lanjut Hendra, baperwil memberi batas waktu pelaksanaan tingkat kabupaten tidak boleh melebihi 20 Oktober. Sebab, pada 21 Oktober merupakan pelaksanaan kerapan sapi piala presiden.

Untuk tingkat kecamatan di Bangkalan tahun ini ada penambahan penyelenggaraan. Awalnya hanya enam, kini menjadi delapan gelaran tingkat kecamatan. Sebab, pengerap di Bangkalan kian bertambah.

”Awalnya di Tanah Merah, Blega, Socah, Arosbaya, Sepulu, dan Bangkalan. Kemudian ada tambahan Galis dan Geger,” ucapnya kemarin. Dia menambahkan, tidak ada perubahan untuk aturan main pada pergelaran kerapan sapi di Bangkalan 2018.

Sementara itu, tokoh pengerap Kecamatan Blega Fathorrahman menerangkan, bertambahnya jadwal pergelaran kerapan sapi di Bangkalan merupakan bukti kecintaan untuk melestarikan budaya Madura itu. Dia berharap pelaksanaan kerapan sapi piala presiden bisa digelar di Bangkalan. ”Pengerap sangat siap kalau dilaksanakan di Bangkalan,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Hosyan Muhammad mengapresiasi kekompakan pelaku budaya dengan pemerintah. Menurut dia, semakin banyak gelaran kerapan sapi juga menentukan banyaknya kunjungan ke Bangkalan.

”Selain melestarikan budaya, juga bisa jadi salah satu alasan wisatawan berkunjung. Sudah seharusnya pemerintah merangkul para pelaku budaya,” ucapnya.

(mr/bad/hud/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia