Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Puluhan Rumah Warga Terancam Abrasi

20 Februari 2018, 09: 12: 33 WIB | editor : Abdul Basri

WASWAS: Warga menunjukkan puluhan rumah yang terancam abrasi di Desa Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Senin (19/2).

WASWAS: Warga menunjukkan puluhan rumah yang terancam abrasi di Desa Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Senin (19/2). (IMAM S. ARIZAL/Radar Madura/JawaPos.com)

Share this      

SUMENEP – Warga di pinggir pantai Desa Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten, Sumenep, waswas. Sebab, setiap saat rumah mereka bisa hancur akibat abrasi. Bahkan pada akhir Januari lalu, ada sembilan rumah warga yang rusak lantaran terhantam ombak besar.

Mohammad Fathollah, warga Desa Ambunten Timur, menuturkan, ada puluhan rumah warga yang terancam abrasi. Sebab, saat ini ombak sudah sampai di batas tembok rumah warga. Jika tidak segera ditangani, khawatir memakan korban lebih banyak.

”Dulu air laut tidak sampai ke sini. Awalnya jauh ke utara. Tapi, sekarang sudah sampai di sini,” kata Fathollah sembari menunjuk ombak yang pecah di dinding rumah warga.

Pihaknya berharap pemerintah daerah segera mencarikan solusi permanen atas ancaman abrasi di pinggir pantai Desa Ambunten Timur dan sepanjang pantai utara (pantura) secara umum. Warga tidak bisa lagi mengatasi ancaman alam itu tanpa campur tangan pemkab. ”Kami tidak tahu sampai kapan harus menunggu program penanggulangan abrasi dari pemkab,” keluhnya.

Hal senada diungkapkan Fadhor Rozi. Warga yang rumahnya hancur akibat abrasi itu meminta pemkab membangun tanggul laut. Dengan adanya tanggul, air laut diharapkan tidak mengikis rumah warga. ”Kalau ada tanggul atau pemecah ombak, mungkin rumah warga bisa selamat dari ancaman abrasi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Sumenep Eri Susanto mengatakan, pihaknya tidak bisa membangun tanggul atau pemecah ombak secara serta merta. Sebab, butuh proses panjang agar program tersebut teranggarkan di APBD. Apalagi saat ini anggaran untuk penanggulangan abrasi cukup kecil.

Menurut Eri, dalam ABPD Sumenep 2018, anggaran penanggulangan banjir hanya sekitar Rp 4 miliar. Dana itu sudah terprogramkan ke beberapa titik. Karena itu, pihaknya meminta masyarakat pesisir Desa Ambunten Timur mengajukan proposal ke pemkab atau melalui musrenbang tingkat desa. ”Sebaiknya bahas lewat musrenbang dan kirim proposal ke pemkab,” sarannya.

Tahun ini, jelas Eri, tidak ada anggaran untuk pembangunan tanggul di Desa Ambunten Timur. Kalaupun diusulkan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD, menurut dia, tidak memungkinkan. ”Yang memungkinkan pada 2019. Tapi, akan kami lihat dulu seperti apa kondisinya,” jelas dia.

Eri menambahkan, ada skala prioritas yang ditetapkan instansinya dalam pembangunan pencegahan abrasi. Di antaranya, area tersebut merupakan titik permukiman warga atau ada fasilitas tempat ibadah dan pemakaman. ”Kami pelajari nanti,” tukasnya.

(mr/mam/hud/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia