alexametrics
Sabtu, 15 May 2021
radarmadura
Home > Rekreasi
icon featured
Rekreasi

Wisata Air Terjun Basoka Bakal Jadi Destinasi Wisata Alam dan Edukasi

19 Januari 2018, 01: 00: 59 WIB | editor : Abdul Basri

INDAH: Camat Rubaru Arif Susanto (kanan) berada di atas Air Terjun Basoka di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Sumenep, kemarin.

INDAH: Camat Rubaru Arif Susanto (kanan) berada di atas Air Terjun Basoka di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Sumenep, kemarin. (MUSTAJI/Radar Madura/JawaPos.com)

Share this      

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus berkomitmen mengembangkan potensi wisata. Terbaru, pemkab berencana mengembangkan wisata Air Terjun Basoka yang berada di Dusun Lenteng, Desa Basoka, Kecamatan Rubaru.

Air Terjun basoka merupakan salah satu potensi wisata alam yang dimiliki Sumenep. Lokasinya yang berada di pedesaan menyuguhkan suasana asri. Airnya yang bening menambah kecantikan air terjun yang memiliki tinggi sekitar enam meter itu.

Bukan hanya itu, akses jalan menuju lokasi juga sudah diperbaiki. Hal itu akan memudahkan pengunjung yang akan menikmati wisata tersebut. Sayangnya, untuk saat ini air terjun kebanggaan warga Rubaru itu masih membutuhkan sentuhan pembangunan.

Baca juga: Gonzales Memang Gila, Diperkenalkan Siang, Malam Cetak Gol

Rencananya, pemerintah desa dan kecamatan serta Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep akan mempercantiknya. Rencana itu disampaikan oleh Kepala Disparbudpora Sumenep Sufiyanto melalui Camat Rubaru Arif Susanto.

”Kami ingin air terjun ini menjadi salah satu destinasi wisata alam dan edukasi di Sumenep. Selama ini sudah ada lampu hijau dari pihak desa,” ungkapnya.

Rencanya, di lokasi itu akan ditambah beberapa wahana pendukung. Seperti river tubing, flying fox, dan beberapa wahana outbond lain. Nantinya, pengelolaan lokasi wisata Air Terjun Basoka diserahkan kepada badan usaha milik desa (BUMDes) setempat.

”Kami akan bentuk BUMDes. Hanya, memang masih ada keresahan dari masyarakat kalau nanti destinasi wisata bakal berbau hal-hal negatif. Tetapi, kami yakinkan bahwa kami awasi bersama, hal seperti itu tidak akan terjadi,” jelasnya.

Arif memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk pengembangan lokasi wisata ini sekitar Rp 100 juta. ”Saya dan kepala desa setempat sudah berbicara dan sepertinya beliau juga setuju bahwa dana pengembangan akan diambilkan dari dana desa (DD),” pungkasnya.

(mr/aji/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news