Rabu, 21 Aug 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Pedagang Pasar Anom Baru Jual Penyu Sisik

19 Januari 2018, 05: 05: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Penyu Sisik

Penyu Sisik (FATHOR RAHMAN/Radar Madura/JawaPos.com)

Share this      

SUMENEP – Penyu sisik dilindungi undang-undang. Namun, spesies bernama ilmiah Eretmochelys Imbricata  ini diperjualbelikan di Sumenep. Sejumlah pedagang di Pasar Anom Baru menjual daging penyu ini.

Mereka membeli dari pedagang di Desa Marengan Laok, Kecamatan Kalianget. Cangkangnya dijual terpisah dengan harga cukup mahal. Penjualan penyu sisik tersebut tercium aparat kepolisian. Mereka langsung melakukan inspeksi mendadak di lokasi.

Operasi tersebut dipimpin Kapolsek Kota Sumenep AKP Widiarti, Kamis (18/1). Polisi menyisir sejumlah pedagang yang berjualan di pasar. ”Saya hanya membeli di Marengan. Kami hanya menjual dagingnya sesuai yang dijual di Marengan. Sebab tidak dijual bersama cangkangnya,” ucap Sari’ah, 53, pedagang di Pasar Anom Baru yang mengaku pernah menjual daging penyu sisik.

SIDAK: Kapolsek Kota Sumenep AKP Widiarti melihat penyu sisik di Pasar Anom Baru Sumenep, Kamis (18/1).

SIDAK: Kapolsek Kota Sumenep AKP Widiarti melihat penyu sisik di Pasar Anom Baru Sumenep, Kamis (18/1). (FATHOR RAHMAN/Radar Madura/JawaPos.com)

Dia mengaku tidak mengetahui kalau binatang tersebut dilindungi. Daging penyu tersebut ada yang peminat. Per kilogram dijual Rp 25 ribu. Setelah tahu bahwa menjual penyu dilarang, dia berjanji tidak akan mengulangi.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Anom Baru Sumenep Mohammad Saleh membenarkan jika sebelumnya ada penjualan daging penyu sisik. Pihaknya tidak mengetahui jika daging penyu yang diperjualbelikan melanggar hukum karena dilindungi. ”Kami akan imbau untuk tidak dijual di pasar ini lagi,” ucapnya.

”Di pasar lain sepertinya ada. Di sini dagingnya saja yang dijual. Kalau cangkangnya dijual terpisah,” imbuh Saleh.

Setelah adanya laporan penjualan daging penyu sisik polisi langsung bertindak. Kapolsek Kota Sumenep AKP Widiarti bersama sejumlah anggotanya melakukan penyisiran. Mereka mengimbau agar pedagang tidak menjual lagi. ”Jika masih ada yang menjual kita tindak tegas,” kata Widiarti.

Sesuai penelusuran, diduga ada oknum yang menjual cangkang penyu sisik. Cangkang penyu ini bisa digunakan sebagai hiasan dinding. Karena itu, dia mengimbau pedagang berhenti melakukan transaksi terlarang itu.

(mr/fat/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia