alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Politik Pemerintahan
icon featured
Politik Pemerintahan

Dana Hibah Rp 3 Miliar Ngendap

Berkas Calon Penerima Belum Lengkap

29 November 2017, 13: 32: 13 WIB | editor : Abdul Basri

PENGELOLA HIBAH: Kabagkesra Setkab Pamekasan Syaifullah Farid Wadjdi.

PENGELOLA HIBAH: Kabagkesra Setkab Pamekasan Syaifullah Farid Wadjdi. (PRENGKI WIRANANDA/Radar Madura/JawaPos.com)

Share this      

PAMEKASAN – Pemkab Pamekasan memprogramkan bantuan hibah kepada yayasan, masjid, dan pondok pesantren (ponpes). Anggaran yang disediakan mencapai Rp 3 miliar lebih. Memasuki akhir tahun, dana tersebut belum terealisasi.

Kabagkesra Setkab Pamekasan Syaifullah Farid Wadjdi mengatakan, pemerintah bakal menggelontorkan dana hibah keagamaan tahun ini. Calon penerima hibah itu mengusulkan sejak 2015. Dana tersebut belum cair. Pemicunya, banyak calon penerima tidak melengkapi berkas persyaratan.

Akibatnya, pemerintah memilih menahan terlebih dahulu dana tersebut sebelum berkas lengkap. Berkas persyaratan penerima hibah itu tidak sulit. Jika diurus, tidak butuh waktu lama. Di antaranya surat keterangan domisili yang ditandatangani kepala desa (Kades) dan diketahui camat.

Baca juga: Dinkes Pamekasan Optimal Sadarkan Masyarakat

Kemudian, struktur kepengurusan yayasan atau masjid yang memiliki badan hukum. Badan hukum tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) minimal 3 tahun.

Lalu, calon penerima menyertakan sertifikat kepemilikan lahan yang dibangun masjid atau pondok pesantren (ponpes). Jika syarat lengkap, pemerintah bisa mencairkan melalui rekening bank penerima.

Pembagian hibah itu rata. Masjid mendapat Rp 10 juta. Sementara ponpes dan yayasan mendapat Rp 20 juta. Nominal itu sesuai Perbup 25/2017 tentang Juknis Pemberian Dana Hibah bagi Pengembangan Sarana dan Prasarana Ponpes/Yayasan dan Masjid.

Beberapa waktu lalu pihaknya mengumpulkan 178 calon penerima untuk berkoordinasi. Perinciannya, 140 pengurus masjid dan 38 pengurus yayasan dan ponpes. Diakui, banyak penerima yang tidak hadir. Rata-rata belum melengkapi berkas. Sebagian yang masih tahap pengusulan baru.

Mantan camat Pademawu itu berharap, calon penerima hibah tersebut segera melengkapi berkas. Dengan demikian, dana yang tersimpan di kas daerah (kasda) itu bisa dicairkan. Dia menargetkan, awal Desember mendatang bantuan itu terealisasi.

Penerima diberi waktu maksimal 60 hari menyelesaikan laporan pertanggungjawaban. ”Tanggal 25 Desember sudah tutup buku. Makanya, harus segera terealisasi,” katanya.

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Samsuri mendesak bantuan itu segera dicairkan. Jika calon penerima terkendala menyusun persyaratan, pemerintah harus mendampingi. ”Segera cairkan agar bantuan ini terealisasi secara maksimal,” pintanya.

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news