alexametrics
Jumat, 03 Apr 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

OTK Ditemukan Tewas Dengan Leher Nyaris Putus

26 November 2017, 16: 56: 48 WIB | editor : Abdul Basri

TRAGIS: Petugas mengidentifikasi jenazah Mr X di Desa Pangolangan, Kecamatan Burneh, Bangkalan.

TRAGIS: Petugas mengidentifikasi jenazah Mr X di Desa Pangolangan, Kecamatan Burneh, Bangkalan. (Polres Bangkalan for Radar Madura/JawaPos.com)

Share this      

BANGKALAN – Warga Dusun Kalkal, Desa Pangolangan, Kecamatan Burneh, Bangkalan mendadak geger, Minggu (26/11) sekitar pukul 06.00. Pasalnya telah ditemukan sesosot mayat tanpa identitas dipinggir jalan raya. mayat berjenis kelamin laki-laki tewas mengenaskan dengan luka dileher nyaris putus.

Peristiwa itu bermula, saat warga melintas  Jalan raya Dusun Kalkal, Desa Pangolangan, Kecamatan Burneh, Bangkalan. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan sosok mayat dipinggir jalan.

Sehingga berhenti dan melihat jenasah tersebut. Selain itu, juga memanggil warga lain yang juga melintas dijalan raya tersebut. Selanjutnya dilaporkan kepala desa setempat dan berkordinasi dengan Polsek Burneh.

Menyebarnya informasi penemuan mayat, banyak Masyarakat berdatangan ke TKP. Tujuannya untuk mengetahui kejadian penemuan mayat. Sekitar pukul 06.10, Aparat Kepolisian Polsek buneh dan Anggota Koramil 04/Burneh mendatangi lokasi.

Selanjutnya disusul oleh petugas dari polres bangkalan. kemudian, juga datang petugas medis dari RSUD Syamrabu Bangkalan. setibanya dilokasi petugas kepolisian langsung melakukan olah tkp awal. Tujuannya untuk mencari petunjuk penemuan mayat itu.

Selanjutnya Korban langsung dilarikan ke RSUD syamrabu Bangkalan. Tujuannya, untuk pemeriksaan secara medis melalui visum. Petugas dari Polres Bangkalan juga ikut melakukan identiviasi jenasah di kamar pemulasaran jenasah rumah sakit.

Kasat reskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo membenarkan, penemuan mayat tanpa identitas tewas dengan mengenaskan. Pihaknya langsung menerjunkan petugas mendatangi TKP dan ikut ke rumah sakit.

Anton menduga, peristiwa itu bukanlah pembegalan atau perampokan. Dia menduga korban memiliki masalah pribadi. ”Kalau dilihat dari lukanya bisa jadi dendam. Kalau begal tidak separah itu. tidak ada luka selain sayatan di leher,” jelasnya.

Ditanya kalau diliat dari lukanya yang hanya dileher  mengarah pada pembunuhan berencana? Dia mengungkapkan masih melakukan pengembangan penyelidikan. ”ini yang masih kita dalami. Karena kita belum tahu siapa korban. nanti kalau sudah kita ketahui, baru bisa kita analisa atau cari benang merahnya,” pungkasnya.

Kepal ruang pemulasaraan jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan Sugianto mengatakan, korban dibunuh pada malam hari sebelum ditemukan. Pasalnya selain ada bekas percakan darah yang mengering juga ada bercakan darah yang masih basah.

Dia mengungkapkan, korban dibunuh dengan menggunakan senjata tajam (Sajam). Diterangkan, korban hanya mengalami kuka dibagian leher yang cukup parah. Sehingga lukanya menganga dan lehernya nyaris putus. ”cuman dileher lukanya,” singkatnya.  

(mr/bam/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia