alexametrics
Jumat, 24 Sep 2021
radarmadura
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis

Sulit Kembangkan Usaha, Perajin Batik Terkendala Pemasaran

16 Oktober 2017, 05: 45: 59 WIB | editor : Abdul Basri

PERLU DIBANTU: Pedagang menunjukkan batik tulis khas Sampang di salah satu galeri di Jalan Kusuma Bangsa Minggu (15/10).

PERLU DIBANTU: Pedagang menunjukkan batik tulis khas Sampang di salah satu galeri di Jalan Kusuma Bangsa Minggu (15/10). (ZAINAL ABIDIN/Radar Madura/JawaPos.com)

Share this      

SAMPANG – Perajin batik di Sampang menemui sejumlah kendala dalam mengembangkan usaha. Salah satunya, kesulitan dalam hal pemasaran batik. Minimnya perhatian dari Pemkab Sampang membuat pasar batik lokal terbatas.

Faikatul Himmah, 45, perajin dan pedagang batik di Jalan Kusuma Bangsa menuturkan, kendala utama usaha batik yaitu pemasaran. ”Jika saja pemkab memiliki program khusus yang berpihak kepada kami, masalah pemasaran mungkin dapat teratasi,” katanya Minggu (15/10).

Misalnya ada program pengadaan batik untuk pegawai pemkab, bisa membeli karya perajin lokal. Kalau satu perajin batik tidak mampu memenuhi pesanan dengan jumlah banyak, bisa diupayakan dari perajin yang lain.

Baca juga: Irwan DA2 Masih Jadi Primadona

”Cara seperti ini bisa menjadi solusi dan bisa membantu kami dalam mengembangkan usaha. Apalagi Sampang memiliki batik khas Trunojoyo yang kualitasnya tidak kalah dengan batik luar daerah. Produk lokal harus lebih dicintai,” harapnya.

Menurut Himmah, selain terkendala pemasaran, umumnya perajin batik di Kota Bahari terseok-seok dalam hal permodalan. ”Kami harap pemerintah bisa membantu memberikan solusi. Kalau dibiarkan, perajin batik bisa gulung tikar. Terutama bagi yang bermodal kecil,” ucapnya.

Anggota Komisi II DPRD Sampang Moh. Hodai mengaku sudah meminta agar pemkab memberikan pembinaan kepada perajin batik. Terutama dalam hal pemasaran dan permodalan. Sebab selama ini perajin batik berjalan sendiri-sendiri sehingga sulit berkembang.

Perajin batik di Sampang cukup banyak. Tapi, kurang mendapat perhatian dari pemkab. Akibatnya, batik lokal dianggap kalah saing dengan batik luar daerah. ”Dalam waktu dekat kami akan panggil kepala dinas perdagangan dan perindustrian serta kepala dinas koperasi usaha mikro dan tenaga kerja untuk membahas pemasaran batik khas Sampang,” pungkasnya.

(mr/nal/hud/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news