Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Wabup Sambut Rombongan FKUB Kota Banjarmasin

26 September 2017, 13: 59: 34 WIB | editor : Abdul Basri

MULTIKULTURAL: Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari (tengah, berpakaian dinas) foto bersama rombongan FKUB Kota Banjarmasin di Pendapa Budaya, Jalan Jokotole, Senin (25/9).

MULTIKULTURAL: Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari (tengah, berpakaian dinas) foto bersama rombongan FKUB Kota Banjarmasin di Pendapa Budaya, Jalan Jokotole, Senin (25/9). (IMAM S. ARIZAL/Radar Madura/JawaPos.com)

Share this      

PAMEKASAN – Kerukunan antarumat beragama merupakan keniscayaan. Sebab Indonesia dibangun di atas keberagaman, baik agama, budaya, etnis, dan lainnya. Pesan itulah yang disampaikan oleh Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari saat menyambut rombongan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Banjarmasin di Pendapa Budaya, Jalan Jokotole, Senin (25/9).

”Dengan kunjungan dari FKUB Banjarmasin ini, pertama, tentunya menunjukkan bahwa kita antarumat beragama yang ada di dua daerah ini sangat harmonis. Selalu bekerja sama dalam hal kaitan sosial, agama, dan kemasyarakatan lainnya,” ujar Khalil Asy’ari.

Diharapkan kunjungan ini berdampak positif, baik untuk FKUB Kota Banjarmasin ataupun FKUB Pamekasan. Selama ini, jelas Khalil, FKUB Pamekasan sudah baik. ”Diharapkan nanti tidak hanya di Pamekasan atau Banjarmasin, hal-hal serupa juga terjadi di daerah lain,” harapnya.

Ketua FKUB Pamekasan KH. Abd. Mu’id Khozin mengatakan, bahwa kunjungan ini untuk saling tukar pendapat, tukar pengalaman, dan tukar pandang. Diharapkan apa yang dilakukan FKUB Pamekasan bisa diterapkan di Banjarmasin. Sebaliknya yang diterapkan di Banjarmasin bisa diterapkan di Pamekasan.

”Dengan tukar pendapat ini bisa menambah wawasan baru. Paling tidak hal kerukunan beragama dibangun dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Banjarmasin HM. Ma’ruf Abdullah menjelaskan, bahwa kunjungannya ke FKUB Pamekasan dalam rangka perluasan wawasan. Di samping itu, dia sangat tertarik untuk belajar kerukunan agama di Vihara Avalokitesvara. Sebab wihara tersebut mengajarkan kerukunan beragama secara nyata dan substantif.

”Biasanya kerukunan beragama dibangun oleh yang mayoritas. Tapi di sini konsep kerukunan dibangun oleh minoritas, ini luar biasa,” tegasnya.

(mr/mam/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia