Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Jalan Licin Sekitar Pasar Blega Picu Kecelakaan Berjamaah

19 September 2017, 02: 20: 59 WIB | editor : Abdul Basri

WASPADA: Pengendara dikerumuni warga saat terjatuh di dekat Pasar Blega, Bangkalan, Senin (18/9).

WASPADA: Pengendara dikerumuni warga saat terjatuh di dekat Pasar Blega, Bangkalan, Senin (18/9). (BADRI STIAWAN/Radar Madura/JawaPos.com)

Share this      

BANGKALAN – Berhati-hati saat berkendara di jalan raya hanya soal memelankan laju si kuda besi. Lebih dari itu, pengendara mesti memerhatikan kondisi tubuh, kendaraan, dan jalan agar tidak mengalami kecelakaan lalu lintas. Seperti yang ramai terjadi di jalan raya dekat Pasar Blega baru-baru ini.

Jalan raya sekitar Pasar Blega, Bangkalan, dikenal rawan macet. Ditambah sejak beberapa hari lalu ada perbaikan jembatan Semper Blega. Praktis, pada hari pasaran, kemacetan arus lalu lintas di jalan raya ini cukup panjang. Di saat seperti itu, pengendara perlu waspada.

Belakangan jalan raya sekitar Pasar Blega mendapat julukan baru. Yakni, jalan peminta korban berjamaah. Sebutan ini menjadi buah bibir warga setempat. Pemicunya, sepekan terakhir, setiap hari jalan tersebut memakan korban. Tak tanggung-tanggung, sehari bisa tiga hingga lima pengendara mengalami kecelakaan.

Misalnya, Senin (18/9) sekitar pukul 07.02. Pengendara yang di depan terjatuh. Niat hati ingin berhenti untuk membantu pengendara yang jatuh itu. Tapi, yang terjadi malah jatuh juga. Pengendara di belakangnya ikut jatuh, merasakan panasnya luka goresan aspal.

Motor yang terjatuh kali pertama kemarin yaitu Honda Supra X cokelat kombinasi hitam. Di belakang, Honda Beat hitam turut jatuh. Kejadian kemarin bukan karena tabrakan. Jarak motor satu dengan yang lain tidak berdekatan. Kecelakaan terjadi karena jalan licin.

Para korban jatuh ditolong warga. Begitu pula dengan tiga motor yang tergeletak di tengah jalan. Termasuk motor yang dikendarai Jawa Pos Radar Madura. Selang beberapa menit, jalan itu belum puas dengan tiga korban.

Perempuan yang mengendarai Honda Vario hitam juga ikut tersungkur. Beruntung, pengendara mobil di belakangnya cekatan menginjak rem. Ditolong warga, perempuan yang masih remaja ini menangis kesakitan.

Jalan raya di sekitar Pasar Blega kembali macet. Bukan karena aktivitas pasar maupun proyek perbaikan jembatan. Melainkan pengendara lain banyak yang ingin tahu kondisi korban. Ada yang bertanya-tanya, mengapa pengendara motor bisa jatuh ramai-ramai.

Rata-rata korban menderita luka gores karena aspal. ”Setiap hari di sini pasti ada pengendara yang terjatuh,” tutur warga.

Kapolsek Blega AKP Hartanta membenarkan bahwa di jalan raya sekitar Pasar Blega kerap terjadi kecelakaan. Korbannya kebanyakan pengendara roda dua. Pemicunya, kondisi jalan licin karena berlumuran solar dan oli. ”Kemarin (18/9) lima orang jatuh. Kadang tiga orang,” katanya.

Jalan tersebut kini menjadi atensi dan dikategorikan rawan kecelakaan lalu lintas. Dalam sepekan terakhir, puluhan pengendara terjatuh. Rata-rata korban kecelakaan mengalami luka ringan. ”Tapi, bukan berarti kita lengah. Kita tetap harus hati-hati. Terlebih pada pagi hari. Jalan yang ada solarnya sangat licin,” ungkap Hartanta.

Berdasar informasi yang dia terima, jalan itu sengaja diolesi solar. Belum diketahui siapa yang melakukan itu. Tujuan diolesi solar agar jalan tidak rusak. Sebab, sempat ada truk bermuatan garam yang menyisakan air asin di sepanjang jalan tersebut.

”Katanya biar jalan tidak rusak karena kena air garam. Makanya dikasih solar. Kami akan cari sumbernya,” ucap Hartanta.

Jalan yang licin karena dilumuri solar yaitu sisi kiri dari timur. Sementara sisi jalan sebaliknya aman. Namun, pengendara tetap berhati-hati. Warga berharap ada perhatian dari pemerintah agar jalan licin itu tidak terus memakan korban.

(mr/bad/hud/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia