Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Features
Praktisi Fashion Designer dari Madura

Ella Trimurti Medasa: Unik, Kreatif, dan Tekun Kunci Raih Prestasi

22 Agustus 2017, 22: 37: 15 WIB | editor : Abdul Basri

KREATIF: Ella Trimurti Medasa (dua dari kanan) saat diundang salah satu acara stasiun televisi swasta yang dipandu Andre Taulani dan Hesti Purwadinata di Jakarta beberapa waktu lalu.

KREATIF: Ella Trimurti Medasa (dua dari kanan) saat diundang salah satu acara stasiun televisi swasta yang dipandu Andre Taulani dan Hesti Purwadinata di Jakarta beberapa waktu lalu. (ELLA FOR Radar Madura/JawaPos.com)

Share this      

BANGKALAN – Tidak zaman lagi perempuan Madura hanya bisa beraktivitas di sumur, dapur, dan kasur. Ella Trimurti Medasa, putri asli Bangkalan, berprestasi melalui karya kerajinan dan fashion.

Sejak 2013 Ella Trimurti Medasa jarang pulang ke Bangkalan. Jam terbangnya di Jakarta cukup padat. Sebelum membahas prestasi, dia bercerita mengenai karir di dunia kerajinan dan fashion.

Perempuan kelahiran 10 Mei 1994 ini merintis usaha kreatif textile craft (kerajinan tekstil) dan fashion design. Dia memiliki keahlian menggambar komik Jepang dan anime. Keahlian itu yang terus terasah karena berawal dari hobi.

PEREMPUAN MADURA: Ella Trimurti Medasa (tengah) bersama modelnya pada acara Wardah Fashion Award 2016.

PEREMPUAN MADURA: Ella Trimurti Medasa (tengah) bersama modelnya pada acara Wardah Fashion Award 2016. (ELLA FOR Radar Madura/JawaPos.com)

Prestasi yang pernah dia raih berkat menekuni keahlian yakni juara I Best Costume Carnaval Jakarta Fashion & Food Festival pada 2014. Juara I Songket Melayu Deli Creation Indonesia Islamic and Product 2015. Di tahun yang sama, dia masuk daftar sepuluh terbaik Finalist Moslem Design Competition Indonesia International Islamic Fashion and Product.

Dia juga berhasil menyabet 15 Best 3rd Creora PT Hyosung Jepang Moslem Wear Design Competition Theme Vintage Lady. Prestasi itu dia raih pada 2015. Di tahun yang sama, dia dinobatkan sebagai 20 Best Next Young Promissing Designer (NYPD) Embracing Hand Woven The Indonesia Heritage Cita Tenun Indonesia.

Rupanya, 2015 menjadi masa hujan prestasi bagi Ella. Dia mendapat prestasi 11 Artist Women Soft Sclupture Exhibition Stitching The Gap Indonesia Contemporary Fiber Art Movement di Jakarta dan 20 Best Programme Starting Point Exhibitor Indonesia Fashion Week.

Lalu, juara I Encouragement Winner Wardah Fashion Award 2016 dan Jakarta Fashion Week 2017. Dia lulus kuliah dan meraih peringkat mahasiswi terbaik ketiga di Universitas Telkom Bandung pada 4 Agustus 2017.

Ella sempat menjadi tamu di salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta. Dia diwawancarai oleh presenter kocak Andre Taulany dan Hesti Purwadinata. Dalam program televisi tersebut, Ella memperkenalkan produk kreatif hasil karyanya.

Bahan yang digunakan cenderung alami. Salah satunya berbahan daun. Dari bahan alami tersebut, Ella menyulap benda yang biasanya hanya menjadi sampah halaman rumah menjadi kreasi tas, dompet, dan segala macam aksesori.

Dia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Dua kakaknya, yakni Eko Sukartono Afsanto, 36, dan Emma Ratna Fiorentina, 35. Sedangkan adiknya bernama Erry Iriyanti Manimeri, 20. Ella dan ketiga saudaranya merupakan anak dari pasangan almarhum Suhartono dan Mutati, 60.

Pendidikan tinggi dia selesaikan pada Agustus 2017. Dia mengambil jururan Kriya Tekstil dan Mode di Fakultas Industri Kreatif Universitas Telkom, Bandung. Dia masuk pada 2013. Dari situlah keahlian dan kesukaannya merancang busana dan berinovasi dalam usaha tekstil berawal.

Sampai saat ini, Ella tinggal di Bandung. Perempuan ini sebenarnya berasal dari Kelurahan Gebang, Kecamatan Kota Bangkalan. Karena menempuh pendidikan tinggi di luar provinsi, dia tinggal di Bandung hingga melanjutkan karirnya.

Ella menyampaikan, perlu kejelian agar bisa mendapat hasil memuaskan dalam hal fashion dan kerajinan. Tidak sembarang karya bisa mendapat apresiasi jika tidak melalui proses panjang. Perlu pemikiran yang unik, kreatif, dan ketekunan.

Tidak banyak orang yang berhasil di bidang fashion. Apalagi dari Madura. Membawa diri ke pentas nasional tentu banyak tantangan yang dilalui Ella. ”Saya bangga. Orang Madura bisa menunjukkan keahlian di pentas bergengsi. Perstasi saya persembahkan untuk keluarga,” ucapnya.

Ella masih ingin lebih produktif lagi dalam berkarya. Dia ingin membuktikan bahwa perempuan Madura ada yang bisa berprestasi dengan cara berbeda. Tidak hanya terpaku pada prestasi akademik. Tetapi karya yang mencuri perhatian orang banyak dan bernilai ekonomis.

Ella ingin sekali kembali ke kampung halaman, Bangkalan. Dia akan kembali setelah nama Madura, Bangkalan, dan keluarga mendapat tempat di kancah nasional. Dia berharap, prestasi yang ditorehkan menjadi kebanggaan yang bisa membawa nama harum keluarga, tempat asal, dan lembaga pendidikan yang pernah mendidik dia.

”Untuk generasi selanjutnya, ayo berprestasi. Buktikan kita bisa. Di bidang apa pun selama itu positif dan bermanfaat. Karena waktunya yang muda berkarya,” serunya bersemangat.

(mr/hud/luq/bad/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia