Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Warga Protes Penetapan Calon Kepala Desa

17 Agustus 2017, 18: 52: 34 WIB | editor : Abdul Basri

PROTES: Polisi menggeledah warga Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo, saat melakukan aksi protes penetapan calon Kades di kantor bupati Rabu (16/8).

PROTES: Polisi menggeledah warga Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo, saat melakukan aksi protes penetapan calon Kades di kantor bupati Rabu (16/8). (PRENGKI WIRANANDA/Radar Madura/JawaPos.com)

Share this      

PAMEKASAN – Sejumlah warga Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo, mendatangi kantor bupati Rabu (16/8). Mereka memprotes penetapan calon kepala desa (cakades). Warga menilai, ada permainan dalam penetapan cakades itu.

Warga, baik laki-laki maupun perempuan, tiba di kantor bupati sekitar pukul 08.00. Sempat terjadi aksi saling dorong antara warga dengan aparat kepolisian. Sebab, warga memaksa masuk.

Suasana mereda setelah perwakilan warga diberi kesempatan masuk. Sementara, warga lain berada di sekitar pintu masuk dan pintu keluar kantor, menunggu hasil koordinasi dengan pemerintah.

Subaidi, warga yang melakukan aksi protes itu mengatakan, tujuh bakal calon (balon) Kades yang mendaftar. Tiga orang warga asli Desa Pangbatok. Empat orang lain dari luar desa.

Kemudian, panitia melakukan seleksi. Sebab, aturannya, pilkades hanya boleh diikuti lima orang calon. Nah, setelah dilakukan serangkaian tahapan seleksi, panitia menetapkan lima orang cakades.

Penetapan itu mengecewakan. Sebab, empat orang yang ditetapkan sebagai calon itu berasal dari luar daerah. Sementara, dua orang balon Kades asli Pangbatok dicoret. ”Calon dari luar itu dibayar untuk menyingkirkan calon asli Pangbatok,” katanya.

Kecurigaan warga menguat karena keempat calon yang ditetapkan itu tidak pernah bersosialisasi dengan warga. Menurut Subaidi, jika mereka benar-benar ingin mencalonkan sebagai Kades, jauh-jauh hari pasti turun.

Dengan demikian, warga meminta penetapan calon itu dibatalkan. Pilkades yang bakal digelar 11 Oktober mendatang itu harus mengedepankan warga asli Pangbatok. ”Masyarakat tidak setuju dengan calon dari luar,” katanya.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan Sigit Priyono mengaku persoalan itu sudah dimediasi. Pemerintah sudah mengklirkan permasalah tersebut. Namun, dia belum bisa mengungkap hasil koordinasi itu karena tidak ikut menemui warga. ”Nanti kami tanyakan dulu secara detail,” tandasnya.

Pilkades serentak 2017 bakal dilaksanakan Rabu, 11 Oktober mendatang. Tiga belas desa bakal menggelar pemilihan. Desa-desa tersebut tersebar di Kecamatan Batumarmar, Proppo, Palengaan, dan Pademawu.

(mr/pen/luq/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia