Kamis, 12 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Meski Telah Pensiun, Pria Ini Tetap Jabat Kasek

09 Agustus 2017, 01: 33: 00 WIB | editor : Abdul Basri

Meski Telah Pensiun, Pria Ini Tetap Jabat Kasek

Share this      

PAMEKASAN – Kepala SDN Tlontoraja IV, Kecamatan Pasean, Pamekasan, Sutjipto masuk masa pensiun sejak 1 Agustus. Namun, hingga saat ini masih diperbantukan di sekolah tersebut. Dia tetap menjabat sebagai kepala sekolah (Kasek).

Bambang, salah seorang guru di SDN Tlontoraja IV, mengungkapkan, Sutjipto resmi sudah pensiun. Namun, setelah dilakukan pertemuan oleh Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Pasean, dia tetap diperbantukan di sekolah. ”Sudah pensiun Kaseknya. Tapi, masih aktif di sini dan statusnya tetap sebagai kepala sekolah meski hanya diperbantukan,” ungkapnya Selasa (8/8).

Karena itu, dia menanggapi hal tersebut sangat langka. Meski demikian, guru di SDN Tlontoraja IV mengikuti kebijakan kepala cabang dinas pendidikan. ”Harapan kami, segera ada kepala sekolah definitif meskipun Plt,” harapnya.

Bambang menyatakan, Sutjipto memang masuk sekolah. Namun, dia tidak melakukan aktivitas sebagai guru. ”Dia tidak ngajar kok. Alasannya ke sekolah, masih ada tugas yang belum diselesaikan,” ujarnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Pasean Hasimudin membenarkan Kepala SDN Tlontoraja IV Sutjipto masih aktif masuk sekolah. Dia juga mengaku bahwa yang bersangkutan memang sudah pensiun. ”Tapi, dia diminta oleh pihak komite untuk tetap mengajar,” jelasnya.

Hasimudin menjelaskan, statusnya di sekolah SDN Tlontoraja IV saat ini yaitu sebagai guru sukarelawan (sukwan). Karena itu, pemanfaatan Sutjipto bergantung pada kebutuhan dan kebijakan pihak sekolah. ”Terserah nanti mau dijadikan sebagai petugas kebersihan, penjaga pintu masuk, pokoknya menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah,” terangnya.

Pihaknya menegaskan, guru yang sudah pensiun tidak jadi masalah mengabdikan di lembaga sebagai guru sukwan. Hal itu tidak menyalahi aturan. ”Yang salah itu kan kalau jadi kepala sekolah lagi. Kalau jadi guru lagi saya kira tidak menjadi masalah,” ujarnya.

Sementara itu, aktivis sosial dan pendidikan pantura Zaimul Arifin menyayangkan kebijakan tersebut. Menurut dia, kebijakan itu jelas menabrak aturan. Karena itu, dia akan melihat, seberapa besar peran kepala sekolah itu di sekolah tersebut. ”Tidak ada ceritanya kalau sudah pensiun jadi kepala sekolah lagi, terkecuali di swasta,” katanya.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia