Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Payah, Gaji Ratusan Bidan PTT Lima Bulan Tak Cair

09 Agustus 2017, 03: 00: 03 WIB | editor : Abdul Basri

Ilustrasi petugas kesehatan.

Ilustrasi petugas kesehatan. (A. YUSRON FARISANDY/Radar Madura/JawaPos.com)

Share this      

BANGKALAN – Diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tak membuat ratusan bidan pegawai tidak tetap (PTT) tersenyum. Sebab, selama lima bulan terakhir mereka tidak mendapatkan gaji. Total gaji bidan yang tidak cair mencapai Rp 1.299.240.000.

Total bidan PTT di Bangkalan terhitung mulai tanggal (TMT) 1 April 2017 sebanyak 135 orang. Namun, surat pernyataan melaksanakan tugas (SPMT) sebagai bidan PTT baru diterbitkan Selasa (1/8). Sejak April hingga Agustus ini, mereka tidak mendapatkan gaji.

Gaji setiap bidan PTT Rp 1.924.800 per bulan. Selama lima bulan mereka seharusnya mendapatkan masing-masing Rp 9.624.000. Jika dikalikan 135 bidan, gaji yang tidak cair mencapai Rp 1.299.240.000.

Salah seorang bidan PTT awalnya mengaku senang pada waktu diangkat sebagai bidan PTT. Namun, kebahagiaan itu sirna setelah lima bulan tidak mendapatkan gaji sepeser pun dari pemerintah. ”Kalau seperti ini namanya kan kerja bakti,” terang bidan yang meminta namanya tidak disebutkan itu Selasa (8/8).

Selama ini dia dan bidan yang lain tidak berani tanya ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan. Mereka khawatir jika menagih gaji justru akan mendapat indimidasi atau ancaman. ”Kami tidak tahu kenapa selama ini gaji kami tidak cair,” ucapnya.

Dia berharap, dinkes bisa mencairkan gaji berbulan-bulan itu. Sebab, tidak sedikit petugas yang diangkat menjadi bidan PTT sudah berkeluarga. Dengan begitu, dibutuhkan biaya untuk kehidupan sehari-hari. ”Kami berharap gaji kami cair semua,” ucapnya.

Kepala Dinkses Bangkalan Muzakki membenarkan gaji bidan PTT selama lima bulan belum cair. Namun, pihaknya tidak mengetahui penyebab pastinya. Dia juga menyatakan bahwa gaji bidan PTT itu hanya terhitung sejak Agustus ini. ”Kami juga heran, kenapa gaji bidan PTT terhitung mulai Agustus,” katanya.

Muzakki tidak bisa menerangkan kejelasan gaji ratusan bidan tersebut selama April–Juli. Jika pemerintah hanya menghitung sejak SPMT terbit, gaji Rp 1.039.392.000 terancam hangus. ”Kami tidak mengetahui permasalahannya,” kelitnya.

Ancaman bidan tidak mendapat gaji selama empat bulan dipertegas pihak Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan. Kepala BPKAD A.P. Syamsul Arif yang diwakili Kasubbid Anggaran Belanja Moh. Waki mengatakan, gaji bidan PTT terhambat karena tidak di-plotting pada awal APBD. Sebab, PMP ratusan bidan itu terhitung sejak 1 April.

Tidak hanya itu, gaji baru bisa dicairkan tidak berdasar TMT. Mekanisme pencairan gaji mereka mengacu pada SPMT per Selasa (1/8). ”Kami tidak boleh sembarangan. Dalam aturan sudah jelas. Untuk pencairan gaji pegawai yang proses transisi harus mengacu pada sejak kapan terbitnya SPMT,” ucapnya.

Karena itu, gaji yang akan diperoleh bidan PTT terhitung mulai Agustus. Pihaknya mengaku tidak bertanggung jawab terhadap gaji mereka selama April–Juli. Lagi-lagi dia berpaku pada penerbitan SPMT.

Sedangkan gaji Agustus menunggu peraturan bupati (perbup) tentang perubahan penjabaran APBD 2017 mendahului perubahan. Kalau perbup telah ditetapkan, tidak perlu menunggu Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2017 untuk mencairkan gaji itu. ”Perbupnya masih dalam proses. Yang jelas secepatnya,” tutupnya.

(mr/bam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia