Jumat, 20 Jul 2018
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Prediksi Arus Balik Padat hingga H+7

Senin, 18 Jun 2018 14:00 | editor : Abdul Basri

SEPI: Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Pelabuhan Kamal, Bangkalan, Minggu (17/6).

SEPI: Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Pelabuhan Kamal, Bangkalan, Minggu (17/6). (BAHRUL ULUM/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 H tidak berdampak pada peningkatan jumlah penumpang penyeberangan Pelabuhan Kamal–Ujung Surabaya. Selama musim Lebaran tahun ini justru terjadi penurunan jumlah penumpang yang menggunakan jasa angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP).

Sejak H-3 Lebaran Idul Fitri telah terjadi penurunan. Yang semula sekitar 1.400 orang turun menjadi sekitar 900 orang. Penumpang roda dua sekitar 1.100 unit turun menjadi 950 unit. Kendaraan roda empat yang semula 150 turun menjadi sekitar 100 unit.

Pada arus balik juga belum ada lonjakan penumpang berarti. Penumpang kapal cenderung normal seperti semula. Sebab, masih memasuki hari libur. Sementara sejak Minggu (17/6) penumpang kapal kembali normal.

LENGANG: Belum terjadi kepadatan kendaraan pada arus balik di Jalan Raya Jrengik, Sampang, Minggu (17/6). 

LENGANG: Belum terjadi kepadatan kendaraan pada arus balik di Jalan Raya Jrengik, Sampang, Minggu (17/6).  (RUSYDI ZAIN/Radar Madura/JawaPos.com)

Staf Keuangan dan Operasional ASDP Pelabuhan Kamal Halili memprediksi, lonjakan penumpang pada arus balik akan terjadi Senin (18/6) hingga H+7 Lebaran. Sebab, mulai hari banyak perusahaan mulai aktif. Warga Kecamatan Kamal yang bekerja di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo akan kembali menggunakan jasa penyeberangan feri. ”Puncak penumpang ramai biasanya H+7 atau pada perayaan ketupat itu,” terangnya.

Saat ini ASDP mengoperasikan tiga armada kapal. Penumpang tidak menunggu terlalu lama ketika bongkar muat di Pelabuhan Kamal ataupun Pelabuhan Ujung, Surabaya. Penyeberangan Ujung–Kamal tidak beroperasi selama 24 jam. Kapal hanya beroperasi pukul 05.20–21.00. ”Kalau di atas pulul 9 malam tidak ada kapal yang beroperasi,” ucapnya.

Samsul Arifin, 45, warga Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan, biasa menggunakan jasa penyeberangan feri jika pergi ke Jawa daripada lewat Suramadu. Sebab, bisa beristirahat ketika berada di kapal. Selain itu, jalan raya dari Kamal menuju akses Jembatan Suramadu rawan aksi kejahatan. Seperti jambret dan begal kendaraan bermotor.

”Kalau dari Kamal, lewat Bangkalan Kota lanjut menuju Suramadu kan terlalu jauh. Mending naik kapal saja biar tidak capek-capek,” ucapnya.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman juga memprediksi arus mudik di ruas jalan wilayah Kota Bahari akan ramai mulai hari ini. Dia mengatakan, mulai Sabtu sore (16/6) sudah ada kendaraan yang melakukan arus balik. Tetapi, tak sebanyak pada saat arus mudik.

Menurut dia, arus balik diprediksi mengalami lonjakan H+3 sampai H+7. Saat ini, arus balik di jalur selatan wilayah dan utara Sampang masih lengang. Pengamanan arus balik Lebaran kali ini tidak ada perubahan dan tidak ada penambahan personel.

Namun, yang paling ditekankan adalah pengamanan di lokasi pariwisata dan pasar tumpah. Tempat wisita di pinggir jalan raya mendapat pengamanan ekstra. ”Di selatan itu di wilayah Pantai Camplong. Di utara itu di Pantai Lon Malang, Air Terjun Toroan, dan Pantai Jodoh,” terangnya. ”Gunakan rest area untuk istirahat. Jangan lanjutkan perjalanan dalam kondisi lelah dan mengantuk,” pesannya.

(mr/bam/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia