Sabtu, 21 Jul 2018
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Kampanye Akbar Dimulai Besok Lusa

Senin, 18 Jun 2018 13:17 | editor : Abdul Basri

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar.

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018 tinggal menghitung hari. Sesuai tahapan pemilu, yakni digelar pada tanggal 27 Juni mendatang. Kegiatan kampanye akbar masing-masing pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati masih belum digelar.

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar mengutarakan, hasil kesepakatan bersama dengan tim pemenangan paslon, kampanye akbar dimulai Rabu (20/6). Hari pertama pada Rabu besok itu kampanye akbar jatah milik paslon Farid Alfauzi-Sudarmawan (Berani Bangkit). Kemudian berikutnya giliran paslon Abdul Latif Amin Imron-Mohni (Salam) pada 21 Juni.

Paslon Imam Buchori-Mondir A. Rofii (Beriman) itu tanggal 23 Juni. Fauzan menjelaskan, jadwal Beriman tidak dilaksanakan tanggal 22 karena saat itu bertepatan pada hari Jumat. Karena itu, diputuskan diundur pada 23 Juni. ”Kalau hari Jumat kan tanggung. Jadi, kampanye akbar selesai pada 23 Juni,” tuturnya.

Setelah kampanye akbar langsung masuk masa tenang pada 24 Juni. Semua paslon dilarang melakukan sosialisasi atau kampanye berbentuk apa pun. ”Masa kampanye tiga hari. Yakni, tanggal 24, 25, dan 26 Juni. Tanggal 27 Juni pencoblosan,” paparnya.

Fauzan menyampaikan, ketika masuk masa tenang, semua alat peraga kampanye (APK) akan diturunkan. Tidak boleh ada gambar-gambar paslon terpampang di sepanjang jalan. ”Nanti penyelenggara mulai dari tingkat kecamatan hingga desa akan menurunkan APK secara serentak,” ucapnya.

Mantan aktivis PMII itu menambahkan, yang lebih penting terkait dengan pemilih. Bagi pemilih yang mendapat undangan atau surat pemberitahuan boleh mencoblos meski tidak punya e-KTP dan surat keterangan (suket). ”Itu berdasarkan surat edaran dari KPU RI per 8 Juni. Jadi, boleh mencoblos meski tidak punya KTP atau suket. Asalkan dapat undangan atau form C-6,” terang Fauzan.

Bagi pemilih yang tidak dapat undangan atau tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) juga boleh. Akan tetapi, bisa menunjukkan e-KTP atau suket ketika pencoblosan. ”Yang penting ketika ke TPS bisa menunjukkan e-KTP atau suket, meski tidak masuk dalam DPT,” pungkasnya. 

(mr/daf/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia