Jumat, 20 Jul 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Malam Lebaran, Pemuda Dibacok Depan Ibu

Minggu, 17 Jun 2018 08:18 | editor : Abdul Basri

DUKA MALAM LEBARAN: Ahmad Saiful saat mendapatkan perawatan medis di RSU Lukas Bangkalan, Kamis malam (14/6).

DUKA MALAM LEBARAN: Ahmad Saiful saat mendapatkan perawatan medis di RSU Lukas Bangkalan, Kamis malam (14/6). (BAHRUL ULUM/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – Tamu tak diundang tiba-tiba menyerang keluarga Ahmad Saiful tepat pada malam Lebaran (14/6). Pemuda 24 tahun asal Desa Blateran, Kecamatan Galis, itu dibacok orang tak dikenal. Peristiwa setelah buka puasa sekitar pukul 18.30 itu dilakukan di depan ibu kandung korban.

Peristiwa itu bermula saat Saiful bersama keluarga besarnya berkumpul di rumah. Mereka adalah H Hamidah, 40, ibu kandung korban; Hamiyah, 20, adik kandung korban, dan Sulastri, 19, sepupu korban. Satu keluarga tersebut sedang asyik ngobrol. Tak berselang lama, tiba-tiba datang segerombolan orang tidak dikenal (OTK) membawa senjata tajam (sajam).

Para pelaku langsung melakukan penganiayaan kepada Saiful sehingga keluarga korban langsung berteriak. Setelah itu, para pelaku melarikan diri. Pelaku diduga berjumlah lebih dari tiga orang.

Mendengar kegaduhan itu, warga sekitar mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui peristiwa pembacokan. Selain itu, warga langsung berkoordinasi dengan Polsek Galis. Polisi lantas mendatangi lokasi.

Kemudian, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Lukas Bangkalan untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung nyawa korban masih bisa diselamatkan. Namun, akibat sabetan senjata tajam, korban mengalami luka bacok di beberapa bagian. Di antaranya, tiga luka sobek di kepala serta luka sobek di bagian bibir atas dan bawah.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Jeni Al Jauza membenarkan peristiwa pembacokan yang menimpa Saiful dilakukan orang tidak dikenal. Pihaknya masih melakukan penyelidikan. ”Pelaku diduga lebih dari tiga orang,” terangnya Sabtu (16/6).

Dia mengungkapkan, polisi belum mengetahui motif pembacokan. Apakah lantaran motif asmara atau masalah lain. Sebab, belum bisa memintai keterangan korban. Saiful masih mendapatkan perawatan medis.

Pihaknya hanya meminta keterangan ibu kandung dan saudara-saudara korban. Dia berjanji terus melakukan pengembangan penyelidikan, sehingga para pelaku bisa bisa ditangkap. ”Masih pengembangan penyelidikan. Doakan saja pelaku bisa ditangkap,” tandasnya.

(mr/bam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia