Sabtu, 21 Jul 2018
radarmadura
icon featured
Rekreasi

Nasi Kotep Bertahan sejak Era 60-an

Minggu, 10 Jun 2018 18:58 | editor : Abdul Basri

MENGGODA SELERA: Nasi kotep, kuliner khas Pamekasan ini memiliki campuran beras dan ketan.

MENGGODA SELERA: Nasi kotep, kuliner khas Pamekasan ini memiliki campuran beras dan ketan. (MOH. ALI MUHSIN/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Salah satu makanan khas legendaris di Madura adalah nasi kotep. Kuliner ini dikenal dan sudah ada sejak 55 tahun silam atau sekitar tahun 60-an.

Nasi kotep adalah salah satu kuliner yang menjadi incaran berbagai kalangan. Khususnya di Kota Gerbang Salam.

Mengapa dinamai nasi kotep? dalam bahasa Madura, kotep adalah melempar sesuatu. Pada zaman dahulu, nasi yang disuguhkan merupakan campuran dari beras dan ketan yang dimasak. Campuran ini membuat nasi menjadi pulen dan tidak mudah rusak.

Romay Karomah adalah salah satu penjual nasi kotep. Dia memiliki warung di Jalan Dirgahayu Pamekasan. Sudah puluhan tahun berdiri. Dia menyediakan lauk-pauk agar nasi kotep yang disantap makin mantap.

”Kami menyajikannya dengan lauk bergantung selera pembeli. Daging sapi, hati, rempelo, otak sapi, telur, dan daging ayam yang dimasak dengan kuah santan,” katanya.

Selain itu, supaya nasi kotep lebih gurih dan sedap, di atas nasi ditambahi serundeng atau parutan kelapa yang sudah disangrai. Kuliner khas Pamekasan itu bisa disantap dengan harga yang terjangkau. Aromanya yang gurih dan sedap terasa nikmat begitu sampai mulut.

”Jangan lupa tambahkan kecap yang telah dicampur irisan Lombok, agar menyantap Nasi Kotep semakin terasa enak,” tukasnya.

Menikmati sepiring nasi kotep sambal kecap adalah rutinitas Hamid hampir setiap pekan. Pemuda asal Jalan KH Agus Salim Pamekasan itu selalu menyempatkan diri menyantap makanan khas Kota Ratu Pamelingan tersebut.

Sesibuk apa pun aktivitasnya, tidak lengkap bila belum menyantap nasi yang memiliki aroma dan cita rasa gurih itu. Menurut dia, apa pun lauknya, asal nasinya nasi kotep, menjadi solusi bagi perut yang sedang lapar.

”Karena nasinya itu nikmat sekali. Lauk, serundeng, dan sambal kecap ini menjadi pelengkap. Sehingga, menyantap nasi kotep menjadi lebih komplet,” tandasnya.

(mr/ghi/onk/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia