Jumat, 20 Jul 2018
radarmadura
icon featured
Rekreasi

Investor Ogah Kembangkan Pariwisata

Jumat, 11 May 2018 12:22 | editor : Abdul Basri

TERIK: Bocah bermain di Pantai Jumiang, Dusun Duko, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Kamis (10/5).

TERIK: Bocah bermain di Pantai Jumiang, Dusun Duko, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Kamis (10/5). (PRENGKI WIRANANDA/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Kekayaan alam yang berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata belum tergarap secara maksimal. Upaya menggandeng investor oleh pemerintah belum terwujud. Tidak ada satu pun pemodal yang berminat mengembangkan sektor pariwisata di Bumi Ratu Pamelingan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pamekasan Agus Mulyadi mengatakan, pemerintah berupaya maksimal menggandeng investor. Potensi alam yang dinilai layak jual menjadi destinasi wisata ditawarkan. Sejumlah lokasi menjadi andalan.

Yakni, Pantai Jumiang di Dusun Duko, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu. Kemudian, Pantai Talang Siring di Desa Montok, Kecamatan Larangan. Dua lokasi ini pernah menjadi jujukan wisatawan. Namun, upaya menggandeng investor itu belum berhasil.

Sektor pariwisata yang ditawarkan kepada pemodal belum menarik keinginan berinvestasi. Akibatnya, pengembangan pariwisata hanya mengandalkan dana pemerintah.

Pemerintah terus berupaya memantik perhatian investor. Berbagai layanan prima ditawarkan. Di antaranya, kemudahan mengurus perizinan dan terbuka bagi investor mana pun. ”Semua proses perizinan kami permudah,” katanya Kamis (10/5).

Meski demikian, ada aturan main yang harus dipatuhi pengusaha. Usaha apa pun yang dibangun, tidak terkecuali pengembangan industri pariwisata, harus memperhatikan kearifan lokal dan agama. Dua hal tersebut tidak bisa diabaikan.

Jika dua hal itu terpenuhi, seluruh proses perizinan pasti sangat mudah. Hanya, meski layanan prima itu ditawarkan, belum ada investor yang benar-benar serius mau menggarap industri wisata di Kota Gerbang Salam.

Mantan aktivis PMII itu mengatakan, beberapa waktu lalu ada investor yang berniat mengembangkan pariwisata. Namun, sampai sekarang belum ada tindak lanjut. ”Pamekasan sangat terbuka bagi investor,” katanya.

Agus berharap, ke depan ada investor yang benar-benar serius mengembangkan pariwisata. Sebab, industri tersebut membutuhkan dana tinggi. Sangat sulit jika hanya mengandalkan dana pemerintah.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, iklim investasi di Pamekasan belum maksimal. Belum banyak pemodal yang gereget menanamkan modal untuk pengembangan usaha di Bumi Ratu Pamelingan itu.

Dengan demikian, tugas eksekutif berinovasi dalam promosi agar investor tertarik. Kemudian, memberikan terobosan kebijakan agar mempermudah masuknya investor. ”Meski mempermudah, bukan berarti pengusaha mengabaikan prosedur yang berlaku,” katanya.

Harun berharap iklim investasi semakin baik. Pemodal tidak ragu mengembangkan usaha di Pamekasan. Dengan demikian, perekonomian di Kota Pendidikan itu semakin baik. Lapangan pekerjaan terbuka luas untuk mengurangi angka pengangguran.

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia