Senin, 23 Jul 2018
radarmadura
icon featured
Sumenep

Korban Puting Beliung Meninggal

Senin, 16 Apr 2018 15:23 | editor : Abdul Basri

TAK BERNYAWA: Jenazah Murahman saat berada di rumah anaknya di Dusun/Pulau Mamburit, Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, Sumenep, Minggu (15/4).

TAK BERNYAWA: Jenazah Murahman saat berada di rumah anaknya di Dusun/Pulau Mamburit, Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, Sumenep, Minggu (15/4). (MOH. FADLAN FOR Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Salah satu korban luka dalam kejadian bencana alam angin puting beliung di Dusun/Pulau Mamburit, Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, Sumenep, meninggal pada Sabtu malam (14/4). Murahman, 70, korban angin puting beliung itu meninggal di rumah anaknya di Dusun Mamburit sekitar pukul 22.00.

Menurut Kepala Desa Kalisangka Moh. Fadlan, penyebab meninggalnya Murahman akibat gangguan pernapasan. Selain itu, luka yang dialami Murahman saat menjadi korban bencana angin puting beliung pada 3 April lalu belum sembuh.

”Kata dokter penyebabnya gangguan pernapasan dan kaget. Selain itu juga, sakit dari kejadian puting beliung juga belum sembuh. Tangan dan kakinya masih bengkak,” jelasnya Minggu (15/4).

Selain itu, istri Murahman yaitu Armawi, 65, juga belum sembuh dari luka yang dialami ketika kejadian puting beliung beberapa waktu lalu. Murahman dan Armawi adalah dua dari tiga korban luka akibat bencana angin puting beliung pada awal April lalu.

Murahman mengalami luka pada bagian tangan dan kaki. Sementara Armawi mengalami luka patah tulang kaki. ”Sampai sekarang istri Murahman juga belum sembuh. Kemungkinan sembuhnya masih lama karena lumayan parah,” ungkap Fadlan.

Dia mengungkapkan, sampai saat ini korban yang mengalami kerusakan rumah itu belum menerima bantuan dana dari Pemkab Sumenep. Bantuan yang diterima dari pemkab masih berupa sembako, selimut, dan terpal.

Dimintai pendapat mengenai hal ini, Wakil Ketua DPRD Sumenep Faisal Muhlis menyayangkan lambatnya bantuan dari pemkab. Dia berharap, pemkab mempercepat pencairan dana bantuan untuk para korban agar bisa segera memperbaiki rumah dan melanjutkan kehidupan.

”Memang benar ada proses-proses yang harus dilalui untuk pencairan dana bantuan. Tapi, kalau bisa segera dipercepat karena ini darurat,” pintanya.

Dikonfirmasi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd. Rahman Riadi menuturkan, bantuan dana saat ini masih dalam proses pancairan. Dia berjanji, dalam minggu ini dana tersebut sudah bisa dibagikan kepada para korban bencana puting beliung di Dusun/Pulau Mamburit, Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa.

”Proses pencairan masih ada di bagian keuangan. Insyaallah minggu ini sudah bisa dicairkan dan diserahkan kepada para korban di Arjasa,” janjinya.

(mr/aji/hud/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia