Sabtu, 21 Jul 2018
radarmadura
icon featured
Features

Guru Jamaluddin Gunakan Kapal Titanik Bu Mega

Jumat, 13 Apr 2018 06:20 | editor : Abdul Basri

BERPRESTASI: Jamaluddin mengajar anak didiknya dengan telaten di SDN Pangongsean 1, Kecamatan Torjun, Sampang, Kamis (12/4).

BERPRESTASI: Jamaluddin mengajar anak didiknya dengan telaten di SDN Pangongsean 1, Kecamatan Torjun, Sampang, Kamis (12/4). (RUSYDI ZAIN/Radar Madura/JawaPos.com)

SAMPANG – ”ORANG terpelajar menggunakan waktu luangnya untuk belajar”. Demikian tulisan yang terpampang di dinding kelas itu. Di dekat tulisan itu ada beberapa buku.

Tulisan berisi pesan positif tidak hanya itu. Di sudut depan kelas ada, ”Budayakan Membaca. Dengan membaca kita tahu isi dunia”. Tulisan itu tepat berada di atas tumpukan buku dalam rak. Di sampingnya ada lagi: Ayo Hormati Gurumu. Lengkap dengan gambar dua guru dengan menunjukkan jempol dan jari telunjuk yang berarti pesan literasi.

Di dekat dinding itu terdapat meja dengan penutup kain berwarna biru. Di atasnya terdapat sebuah laptop sedang menyala. Tersambung dengan proyektor. Perangkat itu memantulkan cahaya ke dinding.

Materi itulah yang sedang menjadi pelajaran ketika Jamaluddin mengajar anak didiknya di SDN Pangongsean I, Kamis (12/4). Dengan telaten dia mendidik siswa. Selain menyimak pemaparan guru dan materi di dinding, di meja mereka juga terdapat laptop. Juga sedang menampilkan materi yang sama.

Demikian salah satu cara Jamal dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Namun, untuk bisa menerapkan metode pembelajaran seperti itu butuh proses panjang bagi pria 38 tahun asal Jalan Kramat Gg I/B Sampang tersebut.

Pada 2005 Jamaluddin memutuskan untuk menjadi guru. Itu setelah lulus dari perguruan tinggi. Sejak itu, upaya meningkatkan kompetensi terus diasah. Pria yang pernah menjadi guru bantu 2004 itu berhasil memenangkan sejumlah perlombaan tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.

Terbaru, Jamal terpilih mengikuti seleksi guru berprestasi tingkat Provinsi Jawa Timur. Kesempatan itu diperoleh setelah berhasil keluar sebagai pemenang juara I seleksi guru berprestasi tingkat kabupaten.

Pada pemilihan guru berprestasi tingkat provinsi 2018, dia masuk 20 besar dan berada di peringkat ke-6 jenjang sekolah dasar (SD). Prestasi itu bisa diraih dengan cara meningkatkan kreativitas kegiatan proses belajar mengajar.

Dengan cara itu siswa bisa maksimal dan aktif dalam proses pembelajaran. Tak hanya itu, inovasi lain harus juga dilaksanakan. Misalnya, dengan mengadakan penelitian tindakan kelas (PTK).

”PTK penggunaan media bidak catur melalui model pembelajaran make a match mengantarkan saya sebagai pemenang tingkat kabupaten. Sampai diseminarkan di tingkat nasional,” katanya kemarin (12/4).

Selain itu, hasil PTK mengantarkan dirinya lolos sebagai juara 1 Guru Berprestasi Kabupaten Sampang dan menjadi Nominasi Guru Berprestasi Provinsi adalah penggunaan media Kapal Titanik Bu Mega melalui project based learning (PBL).

”Penelitian berikutnya yang sedang kami garap adalah penggunaan media Bukit Gantole (Buku Cerita Pangeran Joko Tole). Saya juga menerapkan sudut baca. Itu implementasi gerakan literasi sekolah untuk memfasilitasi siswa membaca lima belas menit sebelum pelajaran dimulai,” paparnya.

Sementara itu, dalam rangka mendukung Gerakan Hormati Guru dirinya memasang slogan ”Ayo Hormati Gurumu” yang dilengkapi foto guru dan dipajang di depan kelas. Tujuannya, menginspirasi siswa agar selalu menghormati guru sebagai upaya peningkatan budi pekerti dan akhlak terpuji siswa.

Jamal saat ini menjadi nominator guru favorit versi pembaca Jawa Pos Radar Madura (JPRM) 2018. Dia menceritakan, pada 2017 berkesempatan mengikuti kegiatan yang diadakan Subdit Kesejahteraan, Penghargaan, Perlindungan (Kesharlindung) Kemendikbud. Yaitu, seleksi Seminar Nasional Guru SD Berprestasi.

Dari ribuan peserta yang mendaftar, artikel hasil penelitiannya lolos seleksi dan diundang sebagai pemakalah Seminar Nasional Guru SD Berprestasi di Swiss-Belhotel, Jakarta. Setelah itu, dirinya dipanggil kembali oleh Subdit Kesharlindung Kemendikbud untuk mengikuti Workshop Literasi Guru SD Berprestasi.

Dari workshop itulah, lanjutnya, dirinya mulai belajar dan mempunyai kesempatan menulis sebuah buku. Sebagai tindak lanjutnya, dalam waktu 2 bulan dapat menyelesaikan naskah buku. Naskah bukunya diikutkan dalam kegiatan seleksi Diseminasi Literasi Nasional Guru Sekolah Dasar Berprestasi.

Tahapan seleksi itu sangat ketat. Mulai dari seleksi Similarity dan Citacy. Namun, naskahnya kembali lolos seleksi dan kembali dipanggil ke Aston Priority Hotel Jakarta. Hasilnya, Jamal keluar sebagai peserta terbaik ke-3.

Sejak itulah, predikat sebagai juara Literasi Nasional secara eksplisit tersematkan pada dirinya. Dia berpesan, guru tidak cukup berkutat dengan mengajar sehari-hari. Tetapi, perlu mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) atau workshop bidang pendidikan serta lomba-lomba. Sebab, dari sanalah proses belajar menjadi guru profesional diasah.

Kemudian, diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas. Dengan begitu, siap menyongsong generasi emas pada 2045. ”Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Kami akan terus memperjuangkan peningkatan pendidikan di Kabupaten Sampang,” pungkasnya.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia