Jumat, 20 Jul 2018
radarmadura
icon featured
Sumenep

DPRD Gelar Paripurna LKPj Bupati 2017

Jumat, 13 Apr 2018 08:20 | editor : Abdul Basri

KHIDMAT: Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma (tengah) memimpin rapat paripurna LKPj bupati Sumenep Kamis (12/4).

KHIDMAT: Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma (tengah) memimpin rapat paripurna LKPj bupati Sumenep Kamis (12/4). (DPRD FOR Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – DPRD Sumenep menggelar rapat paripurna laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) bupati untuk tahun anggaran 2017 Kamis (12/4). Rapat yang berlangsung di lantai dua gedung DPRD itu dihadiri Bupati A. Busyro Karim.

Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma. Para wakil pimpinan dan anggota DPRD juga hadir. Hadir pula unsur forpimda, penjabat Sekkab, kepala OPD, dan camat se-Sumenep.

Herman menjelaskan, rapat paripurna kali ini merupakan tahap awal pembahasan LKPj Bupati Sumenep 2017. Pada rapat itu, agendanya adalah mendengarkan nota pengantar LJPj yang dibacakan Bupati A. Busyro Karim.

”Hari ini (kemarin, Red) paripurna mendengarkan nota pengantar bupati,” kata Herman. ”Selanjutnya, LKPj tersebut akan dibahas oleh pansus LKPj. Kami sudah membentuk pansus itu yang dipimpin oleh Darul Hakim Fath,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati A. Busyro Karim dalam nota pengantarnya menerangkan bahwa setiap tahun pemkab wajib menyampaikan LKPj kepada DPRD. Tujuannya, memberikan keterangan tentang pelaksanaan tugas umum pemerintahan selama 2017. Kewajiban itu telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

”Pada pasal 69 ayat 1 bahwa kepala daerah mempunyai kewajiban menyampaikan laporan penyelenggaraan pemerintah daerah, laporan keterangan pertanggungjawaban, dan ringkasan laporan penyelenggaraan pemerintah daerah,” urainya.

Dalam kesempatan itu, bupati juga memaparkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016–2021. RPJMD merupakan buku induk pembangunan di Sumenep. Di dalam buku tersebut tercantum visi dan misi kepemimpinan Bupati A. Busyro Karim dan Wabup Achmad Fauzi.

Sebagaimana tertera dalam RPJMD, pihaknya memiliki visi Super Mantap. Super Mantap merupakan akronim dari Sumenep Makin Sejahtera dengan Pemerintahan yang Mandiri, Agamais, Nasionalis, Transparan, Adil, dan Profesional. Visi itu kemudian ditransformasikan ke dalam enam misi pembangunan.

Enam misi tersebut, pertama, meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan kesehatan dan pengentasan kemiskinan. Kedua, mempercepat pembangunan infrastruktur wilayah kepulauan dan daratan yang didukung pengelolaan SDA serta lingkungan. Ketiga, meningkatkan kemandirian perekonomian pedesaan dan perkotaan dengan memerhatikan potensi ekonomi lokal yang unggul, berdaya saing tinggi.

Keempat, meningkatkan kultur dan tata kelola pemerintahan profesional dan akuntabel. Kelima, meningkatkan tata kelola kehidupan masyarakat aman dan kondusif melalui partisipasi masyarakat dan stakeholder dalam pembangunan. Keenam, meningkatkan dan mengembangkan nilai-nilai keagamaan, budaya, serta nasionalisme yang didukung kearifan lokal dalam kehidupan bermasyarakat.

”Untuk mewujudkan visi misi tersebut, tentu dibutuhkan dukungan anggaran sehingga pencapaian tujuan pembangunan sebagaimana tertuang dalam RKPD 2017 terlaksana dengan baik,” jelasnya.

(mr/mam/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia