Jumat, 20 Jul 2018
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Ra Lilur Pamit Tidur sebelum Meninggal Dunia

Rabu, 11 Apr 2018 21:16 | editor : Abdul Basri

KEHILANGAN: Ribuan umat mengantarkan jenazah KH Kholilurrahman ke pemakaman setelah disalati di Masjid Syaikhona Kholil, Rabu (11/4).

KEHILANGAN: Ribuan umat mengantarkan jenazah KH Kholilurrahman ke pemakaman setelah disalati di Masjid Syaikhona Kholil, Rabu (11/4). (A. YUSRON FARISANDY/Radar Madura/JawaPos.com)

BANGKALAN – KH Kholilurrahman, ulama karismatik asal Bangkalan meninggal dunia Selasa malam (10/4) sekitar pukul 22.00. Cicit Syaikhona Moh. Kholil bin Abd. Latif dan Nyai Nur Jati itu tutup umur di Desa Banjar, Kecamatan Galis.

Malam itu juga jenazah dibawa ke rumah putranya, Ra Bir Aly di Jalan Moh. Kholil, Kelurahan Demangan, Kecamatan Kota Bangkalan. Rabu siang (11/4) sepanjang Jalan KH Moh. Kholil hingga kompleks pemakaman Syaikhona Moh. Kholil di Martajasah dibanjiri manusia.

Ribuan manusia dari berbagai kalangan mengantarkan jenazah almarhum. Jenazah almarhum dimakamkan di dekat makam Syaikhona Moh. Kholil.

KH Imam Buchori, keponakan almarhum, tidak menyangka pamannya itu akan berpulang. Pukul 20.00 sebelum mengembuskan napas terakhir, kiai yang akrab disapa Ra Lilur itu hanya pamit untuk tidur dan lampu suruh matikan kepada sang pembantu (khadam). 

”Saya dapat telepon dari Bir Aly. Dia bilang paman sudah tutup usia,” kata Ra Imam.

Ra Imam menyampaikan, keluarga bani Kholil sangat kehilangan. Namun, kehendak Allah yang tidak bisa ditawar-tawar. ”Paman itu cukup sepuh di antara keluarga bani Kholil yang lain,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Ra Lilur meninggal di usia kurang lebih 75 tahun. Sebab, almarhum hanya selisih dua tahun dari KH Kholil AG, ayah Ra Imam. ”Paman itu adik abi paling bungsu,” terangnya.

Almarhum merupakan putra pasangan suami istri Nyai Romlah dengan KH Sahrawi Sampang. Nyai Romlah merupakan anak kandung KH Imron dengan Nyai Mutmainnah. KH Imron adalah putra Syaikhona Moh. Kholil. 

”Nyai Romlah dengan KH Sahrawi punya anak KH Fahrurrozi, KH Abdullah Aschal, KH Kholil AG, dan terakhir Paman Lilur,” tuturnya.

Pada masa hidupnya, Ra Lilur menikah dengan Nyai Selani dari Kecamatan Sepulu. Hasil buah pernikahannya memiliki putra Ra Bir Aly yang kini menjadi anggota DPRD Bangkalan. ”Ra Bir Aly dari kecil diasuh abi saya (KH Kholil AG, Red). Karena memang paman menitipkan kepada abi sejak masih bayi,” ucapnya.

(mr/luq/daf/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia