Senin, 23 Jul 2018
radarmadura
icon featured
Rekreasi

Pemkab Pamekasan Lirik BUMDes Bidang Pariwisata

Rabu, 14 Mar 2018 12:02 | editor : Abdul Basri

BERPOTENSI: Pantai Talang Siring di Kecamatan Larangan menjadi salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatwan.

BERPOTENSI: Pantai Talang Siring di Kecamatan Larangan menjadi salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatwan. (PRENGKI WIRANANDA/Radar Madura/JawaPos.com)

PAMEKASAN – Pemberdayaan ekonomi desa belum sepenuhnya berjalan. Dari 178 desa, baru ada 50 badan usaha milik desa (BUMDes) yang terbentuk. Puluhan BUMDes tersebut masih bergerak di bidang usaha pertanian dan simpan pinjam.

Kabid Pemberdayaan Perekonomian Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan Anang Suheko mengatakan, pihaknya akan membuat percobaan agar BUMDes baru bisa membentuk usaha produktif dan kreatif. Terutama BUMDes yang bergerak di bidang pariwisata.

”BUMDes pariwisata pertama di Pamekasan di kampung batik. Di daerah Kecamatan Proppo juga sudah terbentuk,” katanya Selasa (13/3). Pihaknya terus melakukan pembinaan ke sejumlah desa. Tujuannya, bisa mewujudkan BUMDes yang bisa mengangkat potensi, baik di bidang pariwisata maupun industri kreatif.

”Pemberdayaan seperti ini memang perlu ditingkatkan karena ekonomi kreatif pasti mendatangkan keuntungan besar,” jelasnya.

Pengembangan BUMDes dan pemberdayaan masyarakat desa perlu dibina terus-menerus. Tahun ini, pihaknya menargetkan bisa membentuk BUMDes di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Target itu sebanyak 20–30 BUMDes baru.

Menurut dia, potensi pariwisata di Pamekasan sangat kurang. Anang menilai, SDA yang berpotensi dijadikan tempat wisata belum mendukung. Tetapi, tidak ada salahnya jika digali agar potensi itu muncul.

”Seperti di Pantai Jumiang, kami mendapat informasi dari bappeda bahwa sudah terbentuk kawasan tentang pariwisata di sana,” katanya.

Dia berharap muncul kawasan baru yang potensial di sekitar Pantai Jumiang. Targetnya, akan dijadikan sebagai BUMDes pertama di bidang pariwisata. Desa-desa yang berdekatan akan dimasukkan pada BUMDes daerah, kemudian dikelola bersama. ”Ini yang akan kita kembangkan,” tandasnya.

(mr/ghi/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia